Rabu, 01 Januari 2020

TANPA ISLAM AKHLAK SESEORANG TAK AKAN SEMPURNA


Setiap orang lahir dengan membawa wataknya masing-masing, dan watak sangat erat kaitannya dengan akhlak. Sedangkan Islam datang untuk menyempurnakan akhlak.
Maka siapa yang hendak memperbaiki dan menyempurnakan akhlaknya, ia harus mempelajari Islam dan mengamalkannya. Siapa yang hendak memperbaiki akhlaknya tanpa Islam, maka akhlaknya tak akan pernah sempurna. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda:
إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلَاقِ
“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik.” (HR. Ahmad 8952 dan Bukhari dalam Adabul Mufrad 273. Dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Adabil Mufrad 207)
Maka tabiat bawaan yang buruk pada diri seseorang bisa diperbaiki dengan niat yang kuat untuk memperbaikinya, mempelajari akhlak yang baik, banyak latihan menerapkan akhlak yang baik, berusaha meninggalkan akhlak yang buruk, meneladani akhlak mulia para ahli ilmu, dan berdoa memohon akhlak yang baik.

Minggu, 01 Desember 2019

ANTARA TEMAN YANG BAIK DAN TEMAN YANG BURUK


Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالسَّوْءِ كَحَامِلِ الْمِسْكِ وَنَافِخِ الْكِيرِ، فَحَامِلُ الْمِسْكِ إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ رِيحًا طَيِّبَةً، وَنَافِخُ الْكِيرِ إِمَّا أَنْ يُحْرِقَ ثِيَابَكَ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ رِيحًا خَبِيثَةً
“Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk adalah seperti penjual minyak wangi dan pandai besi. Penjual minyak wangi bisa jadi ia akan memberimu minyak wangi, atau engkau bisa membeli darinya, atau setidaknya engkau mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi menyebabkan terbakarnya pakaianmu, atau engkau akan mendapatkan darinya bau tak sedap.” (HR. Bukhari 5534 dan Muslim 2628)

Jumat, 01 November 2019

KABAR GEMBIRA BAGI PARA PENGHAFAL HADITS DAN YANG MENYEBARKANNYA

Sesungguhnya mempelajari dan menghafalkan hadits-hadits yang shahih merupakan upaya yang sangat baik sekali dalam mengenal agama Islam dengan kemurniannya. Tentunya juga dalam memahaminya, yaitu dengan mengikuti pemahaman para ulama salaf dalam pengamalannya. Maka sesungguhnya menghafalkan hadits-hadits Nabi, mempelajarinya dan menyebarkannya adalah merupakan bentuk kita mengikuti jejak para ulama dalam menjaga agama Islam yang mulia ini dari berbagai macam penyimpangan. Dan hal ini memiliki keutamaan yang banyak, berikut ini di antaranya:

Selasa, 01 Oktober 2019

KEMULIAAN PARA ULAMA

Sudah menjadi ketetapan Allah bahwa orang yang berdakwah mengajak kepada kebenaran pasti akan mendapatkan ujian dalam dakwahnya, baik itu dari diri sendiri maupun orang lain. Mereka pun mendapatkan permusuhan dari orang-orang yang bodoh ataupun para pengikut dan penyeru kebatilan. Sehingga banyak di antara manusia yang kemudian melemparkan tuduhan palsu, mencela, dan memusuhi, bahkan memerangi para penyeru kebaikan, terutama kepada para ulama. Hal ini terjadi ketika para ulama dan para penyeru kebaikan menjelaskan tentang hakikat kesyirikan dan kebid’ahan serta bahayanya bagi umat.

Minggu, 01 September 2019

PESAN UNTUK PARA PEROKOK


Melihat para perokok di zaman ini persis seperti sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tentang permisalan teman yang buruk; jika ia tidak membuatmu terbakar maka minimalnya engkau mencium bau tidak sedap dari asapnya. Persis: jika engkau tak mendapat contoh dan perlakuan akhlak buruk darinya, maka minimalnya engkau mencium bau rokok dan bau mulutnya.
Mestinya para perokok khawatir kalau-kalau betapa banyak orang yang menuntutnya kelak di hari kiamat, lantaran banyak orang yang terganggu dan terdzalimi dengan bau rokoknya. Sehingga betapa banyak pahala yang akan hilang darinya kelak.

Sabtu, 17 Agustus 2019

PELAJARILAH BAHASA ARAB


Betapa banyak ilmu yang luput dari kita ketika kita tak paham bahasa Arab, belum lagi kenikmatan dalam merenungi bacaan al-Qur’an, termasuk juga ketenangan dalam menghayati bacaan shalat, serta rasa penuh harap dan tunduk kepada Allah ketika kita berdoa menggunakan doa-doa berbahasa Arab.
Bahasa Arab adalah bahasa al-Qur’an Firman Rabb kita, bahasa Nabi kita shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabat beliau radhiyallahu 'anhum, juga bahasa para ulama Islam. Bahasa Arab adalah bahasa kita kaum muslimin.
Kalau para ulama saja, yang mereka sehari-harinya berbicara bahasa Arab, mau mempelajari dan memperdalam ilmu bahasa Arab, apalagi kita… Tentulah kita lebih pantas dan lebih butuh untuk mempelajari bahasa Arab.

Senin, 15 Juli 2019

MENCATATLAH


Nikmatilah mencatat materi yang disampaikan guru atau ustadz saat pengajian. Sesungguhnya ada kenikmatan saat kita mencatat ilmu. Hal ini tentunya tidak dirasakan oleh orang yang tidak mencatat, apalagi oleh mereka yang tidak datang ke pengajian.
Di antara faedah utama mencatat saat pengajian adalah:
-          Lebih fokus dalam menyimak
-          Mengurangi rasa kantuk
-          Membantu memahami materi
-          Meraih inti kajian
-          Kapan saja mudah dimurajaah (dipelajari ulang), terutama saat lupa

Sabtu, 22 Juni 2019

PAHAMILAH KADAR DIRIMU


Al-Fudhail bin Iyadh rahimahullah berkata:
رَأْسُ الْأَدَبِ مَعْرِفَةُ الرَّجُلِ قَدْرَهُ
Pokok adab yang baik adalah pengenalan seseorang terhadap kadar dirinya.” (Al-Iqdul Farid 2/244, lihat Mawa'idhush Shalihina wash Shalihat hal. 144 karya Syaikh Hani al-Hajj hafidzahullah)
Ini adalah ucapan yang sedikit, namun sangat berfaedah, yang merupakan keistimewaan dari ucapan para ulama salaf. Orang yang tahu dan sadar akan kapasitas dirinya, dia akan berbuat sesuai apa yang ia miliki saja. Maka orang yang tahu bahwa dirinya tidak tahu, ia akan diam dan menuntut ilmu, bukan malah sok tahu. Dan ini adalah adab yang baik.

Sabtu, 11 Mei 2019

KETIKA KITA MENULIS


Di antara adab dalam berbicara dalam bermedia sosial, khususnya di grup WA yang disitu semua anggota bisa berkirim pesan, adalah hendaknya kita memperhatikan dan menimbang-nimbang ketika kita hendak menulis.
Ketika kita menulis; entah itu opini, tanggapan, komentar, kritikan, candaan, dan tulisan lainnya, lalu tulisan kita itu dibaca orang, maka itu berarti kita menyita waktu orang lain yang membaca tulisan kita. Belum lagi akibat yang dihasilkan dari tulisan tersebut, apakah baik ataukah buruk.
Oleh karena itu tulislah yang berfaedah, tulislah sesuatu yang memang perlu, atau mengandung manfaat, apalagi kalau tulisannya panjang. Jangan kita menghabiskan waktu orang lain untuk membaca tulisan kita yang tidak bermanfaat, apalagi mengandung syubhat atau keburukan.

Senin, 29 April 2019

LEBIH BAIK DARI DUNIA DAN SEISINYA, MAU?


Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا
“Dua raka'at fajar (shalat sunnah qabliyah shubuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR Muslim 725)
Ini baru keutamaan shalat qabliyah shubuh, apalagi shalat shubuhnya...
Namun betapa banyak kaum muslimin yang merasa sangat berat melaksanakannya, apalagi melangkahkan kakinya menuju masjid untuk shalat shubuh berjamaah.
Padahal, kalau bangun pagi sebelum shubuh untuk kegiatan lainnya begitu bersemangat. Contoh: bertani di sawah dan ladang, berdagang di pasar, berangkat ke pabrik atau kantor, dan... semisalnya... Termasuk nonton sepak bola.

Minggu, 31 Maret 2019

BERDZIKIR MENGINGAT ALLAH


Al-Fudhail bin Iyadh rahimahullah berkata:
ذِكْرُ النَّاسِ دَاءٌ وَذِكْرُ اللهِ دَوَاءٌ
Mengingat manusia adalah penyakit, sedangkan mengingat Allah adalah obat.” (Mawa’idhush Shalihina wash Shalihat karya Syaikh Hani al-Hajj hafidzahullah hal. 135)
--------
Abu Hatim rahimahullah berkata:
أَرْبَحُ التَّجَارَةِ ذِكْرُ اللهِ وَأَخْسَرُ التِّجَارَةِ ذِكْرُ النَّاسِ
Perdagangan yang paling menguntungkan adalah mengingat Allah, sedangkan perdagangan yang paling merugikan adalah mengingat manusia.” (Mawa’idhush Shalihina wash Shalihat karya Syaikh Hani al-Hajj hafidzahullah hal. 394)

Jumat, 08 Februari 2019

BAHAYA BID’AH

      Bid’ah atau yang didefinisikan oleh para ulama dengan perkara baru dalam agama yang tidak ada tuntunannya dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabat beliau radhiyallahu 'anhum, memiliki bahaya yang banyak bagi seorang hamba, sehingga kita harus waspada terhadapnya. Di antara bahaya-bahaya itu adalah sebagai berikut:
1.      Sebab perpecahan
Allah 'azza wa jalla berfirman:
وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ
Janganlah kalian ikuti jalan-jalan yang lain (selain jalan Allah), karena itu akan mencerai beraikan kalian dari jalan-Nya.(QS. al-An’am [6]: 153).

Rabu, 06 Februari 2019

CONTOH-CONTOH BID’AH


Sebagaimana penjelasan para ulama, bahwa bid’ah adalah setiap amalan yang diada-adakan dalam agama Islam yang tidak pernah ada tuntunannya dari Nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dan para Sahabat beliau radhiyallahu 'anhum, maka kita bisa mengetahui bahwa contoh-contoh amalan bid’ah ada banyak sekali, baik menyangkut keyakinan, ucapan, ataupun perbuatan. Amalan-amalan bid’ah harus ditinggalkan dan dijauhi, karena ia adalah perbuatan dosa dan terlarang, meskipun nampak seperti ibadah, bahkan meskipun dianggap baik dan diamalkan oleh banyak orang. Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma berkata:
كُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ وَإِنْ رَآهَا النَّاسُ حَسَنَةً
“Setiap bid’ah adalah sesat, meski manusia melihatnya sebagai sesuatu yang baik.” (Syarh Ushul I’tiqad Ahlis Sunnah wal Jamaah 1/126 karya Imam al-Lalika’i rahimahullah - Maktabah Syamilah)

Senin, 04 Februari 2019

MAKNA BID'AH


Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدًا حَبَشِيًّا، فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِيْ فَسَيَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا، فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِيْ وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّيْنَ الرَّاشِدِيْنَ تَمَسَّكُوْا بِهَا وَعَضُّوْا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ، وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُوْرِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ
“Aku wasiatkan kepada kalian agar selalu bertakwa kepada Allah, dan selalu mendengar dan taat (kepada pemimpin kalian) meskipun ia adalah seorang budak dari negeri Habasyah, sesungguhnya siapa di antara kalian yang masih hidup setelahku, maka ia akan melihat perpecahan yang banyak, maka berpegang teguhlah dengan sunnah (ajaran)ku dan sunnahnya al-Khulafa`ur Rasyidin yang mendapat petunjuk, penganglah ia erat-erat dan gigitlah ia dengan gigi geraham. Dan jauhilah oleh kalian perkara yang diada-adakan (dalam agama), karena setiap yang diada-adakan itu adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah kesesatan.” (HR. Abu Dawud 4609, Ahmad 17144, Ibnu Majah 42, dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahihul Jami’is Shaghir 2549)

Selasa, 29 Januari 2019

SIBUKLAH MEMBICARAKAN TAUHID, JANGAN SIBUK MEMBICARAKAN POLITIK!


Di saat orang-orang banyak berbicara politik negeri ini. Mari kita sibukkan membicarakan dan mempelajari tauhid dan sunnah agar bisa kita amalkan, serta memahami syirik dan bid'ah agar bisa kita jauhi dan kita tinggalkan.
Karena itulah yang kita butuhkan. Kita butuh paham akan agama kita, kita butuh tambahan dan pemupuk keimanan, kita butuh berjalan dengan benar di atas jalannya orang-orang yang telah mendapat hidayah dari Allah ar-Rahman, mereka adalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabat beliau radhiyallahu 'anhum, serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik.
Tidak ada perdebatan, tidak ada tukaran caci makian, tidak ada kedustaan. Semuanya jelas di atas wahyu al-Qur'an dan Sunnah sesuai pemahaman Salaful ummah.

Selasa, 08 Januari 2019

AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH Bukan Sekedar Pengakuan


Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah sebutan yang masyhur di tengah-tengah kaum muslimin. Tak heran, karena memang Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah sebuah nama yang disematkan kepada orang-orang atau kelompok yang berada di atas jalan yang lurus dan selamat. Ia selamat dari perpecahan dan kesesatan umat, bahkan ia selamat dari ancaman siksa api neraka yang menyala-nyala. Ahlus Sunnah wal Jama’ah akan terus ada dan senantiasa ditolong oleh Allah hingga akhir zaman. Namun mereka adalah orang-orang yang langka, karena mereka benar-benar berpegang teguh dengan al-Qur’an dan Sunnah, di saat yang lainnya terjatuh ke dalam kubangan hawa nafsu dan kesesatan, sehingga mereka pun menjadi orang-orang yang terasing.
Makna Ahlus Sunnah wal Jama’ah
Kata Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengacu pada istilah Sunnah dan al-Jama’ah.
Al-Hafidz Ibnu Rajab al-Hambali rahimahullah mengatakan: “Sunnah adalah jalan yang ditempuh, yang mencakup berpegang teguh dengan apa yang dijalani oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan al-Khulafa’ur Rasyidin yang berupa keyakinan, amalan, dan ucapan. Inilah sunnah yang sempurna. Oleh karena itulah para ulama salaf terdahulu tidaklah memutlakkan nama sunnah kecuali apa yang mencakup hal tersebut seluruhnya.” (Jami’ul Ulum wal Hikam II/120)

Senin, 24 Desember 2018

KEDUDUKAN SUNNAH DALAM SYARI’AT ISLAM


Sunnah di dalam agama Islam adalah setara dengan al-Qur’an, karena sama-sama wahyu dari Allah ta'ala. Oleh karena itulah kita harus menjadikan sunnah sebagai hujjah (pedoman dan sumber utama) dalam beragama sebagaimana al-Qur’an. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
أَلاَ إِنِّى أُوتِيتُ الْكِتَابَ وَمِثْلَهُ مَعَهُ
“Ketahuilah, sesungguhnya aku diberi al-Kitab (al-Qur’an) dan yang sepertinya (Sunnah) bersamanya.” (HR. Abu Dawud 4606, Ahmad 17174, dinilai shahih oleh Syaikh al-Albani dalam Shahihul Jami’ish Shaghir 2643)
Seorang Muslim Harus Mentaati Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam
Allah subhanahu wa ta'ala telah berfirman:
وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا
Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang beriman dan perempuan yang beriman, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh ia telah tersesat dengan kesesatan yang nyata.” (QS. al-Ahzab [33]: 36)

Jumat, 21 Desember 2018

MAKNA SUNNAH


Sebagai orang Islam, tentunya kita sering mendengar istilah sunnah. Namun banyak juga di antara kita yang kurang mengetahui apa itu arti dari sunnah. Bahkan mungkin ada sebagian yang bingung, ketika ternyata ia mendapati bahwa sunnah tidak hanya memiliki satu makna. Maka pada tulisan ini insyaallah akan dijelaskan tentang makna sunnah. Semoga bisa dipahami dan bermanfaat.
Makna Secara Bahasa
Sunnah secara bahasa adalah jalan dan juga perjalanan, yang baik ataupun buruk. (Lisanul Arab 13/225, lihat Wasathiyah Ahlis Sunnah bainal Firaq karya Syaikh Muhammad Bakarim Muhammad Ba’abdillah hafidzahullah hal. 29)

Sabtu, 08 Desember 2018

WAJIBNYA MENELADANI RASULULLAH DALAM BERIBADAH


Saudara-saudariku kaum muslimin dan muslimah yang semoga senantiasa dirahmati oleh Allah ta'ala.
Tujuan Hidup Kita Adalah untuk Beribadah
Sebagai seorang manusia, kita menjalani kehidupan di dunia ini semenjak dilahirkan hingga kita meninggal dunia. Kita pun menjalani aktifitas kehidupan sebagaimana makhluk hidup yang lainnya. Hanya saja Allah membedakan kita dengan makhluk lainnya, Allah subhanahu wa ta'ala menciptakan kita untuk satu tujuan yang sangat mulia, yaitu untuk mentauhidkan-Nya, dengan beribadah hanya kepada-Nya saja. Dalam ayat yang insyaallah tak asing lagi bagi kita, Allah ta'ala berfirman:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. adz-Dzariyat [51]: 56)

Kamis, 29 November 2018

JANGANLAH RAGU UNTUK TERUS MENUNTUT ILMU


Terkadang seorang penuntut ilmu merasa minder dan seperti putus asa, ketika ia merasa kesusahan dalam menghafalkan ilmu yang ditugaskan oleh gurunya. Bahkan ketika ia telah merasa tertinggal jauh dari teman-temannya, ia merasa tidak mampu lagi dan memutuskan untuk berhenti menuntut ilmu. Hingga akhirnya diapun terputus mendapatkan ilmu dari gurunya.
Sebenarnya tidak perlu sampai seperti itu. Justru keadaannya terus bersama ilmu dengan berusaha menghafalnya dan memahaminya adalah lebih baik, daripada kesendiriannya tanpa kesibukan menuntut ilmu.
Kesabaran seseorang dalam menuntut ilmu adalah bernilai ibadah di sisi Allah.
Saudara saudariku para penuntut ilmu... Semoga Allah menjagamu dan memudahkan urusanmu.
Permasalahannya bukanlah pada seberapa cepat engkau paham dan hafal, tapi ada pada seberapa besarkah usahamu untuk mendapatkan ilmu dan mengamalkannya.

Senin, 26 November 2018

TAK PERLU MINDER


Bila engkau kalah dalam ketampanan, kecantikan, kekayaan, kecerdasan, dan kelebihan dunia yang lainnya. Maka tak perlu engkau merasa minder ataupun putus asa.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda:
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: إِنَّ اللهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوْبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan harta kalian, tetapi yang Dia lihat adalah hati dan perbuatan kalian.” (HR. Muslim 2564)

Kamis, 22 November 2018

HADITS KE 09: KEUTAMAAN MENGURUSI JANDA DAN ORANG-ORANG MISKIN


عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: (( السَّاعِيْ عَلَى الأَرْمَلَةِ وَالْمِسْكِيْنِ كَالْمُجَاهِدِ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ، - وَأَحْسِبُهُ قَالَ - وَكَالْقَائِمِ الَّذِيْ لَا يَفْتُرُ وَكَالصَّائِمِ لَا يُفْطِرُ ))
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Orang yang mengurusi para janda dan orang-orang miskin adalah seperti orang yang berjihad di jalan Allah -dan aku (perawi) mengira beliau pun bersabda- seperti orang yang shalat malam terus menerus, dan seperti orang yang berpuasa tanpa berbuka.” (HR. Bukhari 5353 dan Muslim 2982)
Hadits ini dengan begitu jelas menunjukkan akan besarnya keutamaan mengurusi janda dan orang-orang miskin, dengan memenuhi kebutuhan mereka atau membantu meringankan beban mereka. Sesungguhnya para janda dan orang-orang miskin perlu mendapat perhatian di dalam sebuah masyarakat. Mereka adalah orang-orang yang lemah, dan Allah menolong umat ini dikarenakan orang-orang lemah di antara kita.

Selasa, 13 November 2018

MENETAPI TAKWA


Abu Abdillah ar-Rudzbari rahimahullah berkata:
التَّقْوَى مُجَانِبَةُ مَا يُبْعِدُكَ عَنِ اللهِ
Takwa adalah menghindari apa saja yang membuatmu jauh dari Allah.”
(Ar-Risalatul Qusyairiyah hal. 52, lihat Mawa’idush Shalihina wash-Shalihat karya Syaikh Hani al-Hajj hafidzahullah hal. 391)
--------
An-Nashrabadi rahimahullah berkata:
مَنْ لَزِمَ التَّقْوَى اِشْتَاقَ إِلَى مُفَارَقَةِ الدُّنْيَا، لِأَنَّ اللهَ سُبْحَانَهُ يَقُوْلُ: وَالدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُوْنَ أَفَلَا تَعْقِلُونَ
Siapa yang menetapi ketakwaan, ia akan merindukan perpisahan dengan dunia, karena Allah subhanahu wa ta'ala telah berfirman: ‘Dan kampung akhirat itu lebih baik bagi mereka  yang bertakwa. Maka apakah kamu sekalian tidak mengerti? (QS. al-A’raf [7]: 169)”
(Ar-Risalatul Qusyairiyah hal. 56, lihat Mawa’idush Shalihina wash-Shalihat karya Syaikh Hani al-Hajj hafidzahullah hal. 391)
--------
www.ahsanary.blogspot.com

Senin, 29 Oktober 2018

SHALATMU SHALATMU!


Allah subhanahu wa ta'ala Sang Pencipta alam semesta mewajibkan shalat fardhu lima waktu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam Sang Nabi penunjuk jalan menuju surga juga telah memerintahkan untuk shalat.
Para ulama, ahli ilmu, serta penuntut ilmu, mereka sibuk membahas hukum-hukum tentang wudhu dan shalat, syarat sahnya, rukun-rukunnya, wajibnya, sunnahnya, keutamaannya, pembatal-pembatalnya, hal-hal yang mengurangi pahalanya, hikmahnya, tata caranya, bacaan-bacaan doa dan dzikirnya, jamak dan qasharnya, daaaaan lain sebagainya...
Ada orang mengaku beragama Islam dengan entengnya meninggalkan shalat. Seolah-olah masalah shalat tidak ada pentingnya sama sekali.

Kamis, 18 Oktober 2018

AMALAN YANG DITERIMA


Sebagai seorang muslim, pastilah kita ingin agar amalan ibadah kita diterima oleh Allah subhanahu wa ta'ala, sehingga menjadi amalan yang berpahala dan bisa memasukkan kita ke dalam surga. Bayangkan saja, betapa ruginya seseorang yang telah lelah beramal, namun amalannya itu tak diterima oleh Allah ta'ala sedikitpun. Ibarat orang yang lelah bekerja, namun ketika tiba masa gajian, ternyata ia tak mendapat gaji sepeserpun. Oleh karena itulah orang-orang yang takut kepada Allah khawatir kalau-kalau amalannya tidak diterima.
Abdul ‘Aziz bin Abi Rawwad rahimahullah berkata:
أَدْرَكْتُهُمْ يَجْتَهِدُوْنَ فِيْ العَمَلِ الصَّالِحِ، وَإِذَا فَعَلُوْهُ وَقَعَ عَلَيْهِمُ الْهَمُّ، أَيُقْبَلُ مِنْهُمْ أَمْ لَا
“Aku mendapati mereka para Salafush Shalih bersungguh-sungguh dalam amal shalih, dan apabila mereka telah selesai beramal, muncullah dalam diri-diri mereka rasa bimbang bahwasanya apakah amalan mereka itu diterima ataukah tidak.” (Lathaiful Ma’arif hal. 376)

Selasa, 25 September 2018

DI ANTARA KETELADANAN ULAMA


Syaikh Sulaiman ar-Ruhaily hafidzahullah, seorang guru besar untuk fatwa di Universitas Islam Madinah dan pengajar di Masjid Nabawi membaca sebuah lembar pertanyaan. Penanya memulai pertanyaannya dengan sapaan kepada beliau:
“Wahai Samahatusy Syaikh…”
Maka sambil tersenyum Syaikh Sulaiman mengucapkan:
“Aku bukan Samahatu, tapi aku Sulaiman ar-Ruhaily.”
Demikianlah di antara ketawadhuan ulama, beliau enggan digelari dengan pujian, padahal beliau layak dipuji. Betapa ahli ilmu selalu berusaha menjaga hatinya agar selalu ikhlas dan menjauhi hal-hal yang bisa mengurangi keikhlasannya.

Senin, 24 September 2018

SYARAT-SYARAT KALIMAT LAA ILAAHA ILLALLAAH


Kalimat laa ilaaha illallaah memiliki syarat-syarat yang harus dilaksanakan oleh orang yang mengucapkannya agar bisa mendapatkan keutamaan yang begitu agung, yaitu masuk ke dalam surga dan dijauhkan dari neraka. Barangsiapa yang hilang darinya satu atau lebih dari syarat-syarat yang ada, maka kalimat tauhid ini tidak memberi manfaat baginya. Berdasarkan al-Qur’an dan hadits, para ulama menjelaskan bahwa syarat-syarat kalimat laa ilaaha illallaah ada tujuh, yaitu: ilmu, yakin, ikhlas, jujur, cinta, tunduk patuh, dan menerima. Sebagaimana hal ini diungkapkan dalam sebuah sya`ir oleh ulama yang bernama Hafidz bin Ahmad al-Hakami rahimahullah dalam Mandzumah Sullamul Wushul di bait yang ke 92-95:

Kamis, 20 September 2018

KEUTAMAAN DUA KALIMAT SYAHADAT


Asyhadu allaa ilaaha illallaah wa`ashadu anna muhammadan rasuulullaah (saya bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah).” Ini adalah dua kalimat syahadat (persaksian) yang merupakan inti ajaran Islam dan selalu kita baca dalam shalat-shalat kita. Dua kalimat syahadat ini memiliki banyak keutamaan yang akan didapatkan oleh orang-orang yang meyakininya, mengucapkannya, dan mengamalkan kandungannya. Keutamaan inti dan yang paling besar adalah bahwa dua kalimat syahadat ini menjadi penyebab mutlak keselamatan seseorang dari siksa api neraka dan dimasukkan ke dalam surga. Karena kalimat syahadat adalah kalimat tauhid, barangsiapa tidak bertauhid maka ia adalah orang musyrik atau kafir dan tidak akan pernah bisa masuk ke dalam surga selama-lamanya.

Selasa, 18 September 2018

MAKNA DUA KALIMAT SYAHADAT (Bagian 02 -terakhir-)


Makna Syahadat Muhammad Rasulullah
Syahadat yang kedua adalah syahadat Muhammad Rasulullah (persaksian bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah). Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam adalah seorang hamba dan rasul (utusan) Allah yang mendapat wahyu dari-Nya. Allah mengutus beliau untuk menyampaikan wahyu tersebut kepada seluruh umat manusia, dan beliau adalah utusan Allah yang terakhir, beliau adalah penutup para Nabi dan Rasul 'alaihimussalam.
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:
مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ
Muhammad itu bukanlah bapak dari seseorang di antara kalian, tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup para Nabi.” (QS. al-ahzab [33]: 40)

Senin, 17 September 2018

MAKNA DUA KALIMAT SYAHADAT (Bagian 01)


Sebagai seorang muslim atau sebagai orang yang mengucapkan dua kalimat syahadat, kita haruslah mengetahui maknanya agar bisa mengamalkannya, sehingga kita menjadi muslim sejati yang akan mendapatkan keutamaan dua kalimat syahadat yang telah kita ucapkan. Yang mana dua kalimat syahadat ini adalah syarat mutlak seseorang bisa meraih kebahagiaan di akhirat berupa surga.
Makna Syahadat Laa Ilaaha Illallaah
Sesungguhnya kalimat laa ilaaha illallaah adalah kalimat tauhid, maksudnya bahwa kalimat ini mengandung makna yang agung berupa keharusan mengesakan Allah subhanahu wa ta'ala, yaitu menjadikan Allah sebagai satu-satunya sesembahan dengan memurnikan ibadah hanya kepada-Nya saja dan meninggalkan perbuatan menjadikan tandingan bagi Allah (kesyirikan) dengan segala macam bentuknya. Kalimat laa ilaaha illallaah mengandung makna لَا مَعْبُوْدَ بِحَقٍّ إِلَّا اللهُ (tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah).