Tampilkan postingan dengan label Mutiara Salaf. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mutiara Salaf. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Juni 2019

PAHAMILAH KADAR DIRIMU


Al-Fudhail bin Iyadh rahimahullah berkata:
رَأْسُ الْأَدَبِ مَعْرِفَةُ الرَّجُلِ قَدْرَهُ
Pokok adab yang baik adalah pengenalan seseorang terhadap kadar dirinya.” (Al-Iqdul Farid 2/244, lihat Mawa'idhush Shalihina wash Shalihat hal. 144 karya Syaikh Hani al-Hajj hafidzahullah)
Ini adalah ucapan yang sedikit, namun sangat berfaedah, yang merupakan keistimewaan dari ucapan para ulama salaf. Orang yang tahu dan sadar akan kapasitas dirinya, dia akan berbuat sesuai apa yang ia miliki saja. Maka orang yang tahu bahwa dirinya tidak tahu, ia akan diam dan menuntut ilmu, bukan malah sok tahu. Dan ini adalah adab yang baik.

Minggu, 31 Maret 2019

BERDZIKIR MENGINGAT ALLAH


Al-Fudhail bin Iyadh rahimahullah berkata:
ذِكْرُ النَّاسِ دَاءٌ وَذِكْرُ اللهِ دَوَاءٌ
Mengingat manusia adalah penyakit, sedangkan mengingat Allah adalah obat.” (Mawa’idhush Shalihina wash Shalihat karya Syaikh Hani al-Hajj hafidzahullah hal. 135)
--------
Abu Hatim rahimahullah berkata:
أَرْبَحُ التَّجَارَةِ ذِكْرُ اللهِ وَأَخْسَرُ التِّجَارَةِ ذِكْرُ النَّاسِ
Perdagangan yang paling menguntungkan adalah mengingat Allah, sedangkan perdagangan yang paling merugikan adalah mengingat manusia.” (Mawa’idhush Shalihina wash Shalihat karya Syaikh Hani al-Hajj hafidzahullah hal. 394)

Selasa, 13 November 2018

MENETAPI TAKWA


Abu Abdillah ar-Rudzbari rahimahullah berkata:
التَّقْوَى مُجَانِبَةُ مَا يُبْعِدُكَ عَنِ اللهِ
Takwa adalah menghindari apa saja yang membuatmu jauh dari Allah.”
(Ar-Risalatul Qusyairiyah hal. 52, lihat Mawa’idush Shalihina wash-Shalihat karya Syaikh Hani al-Hajj hafidzahullah hal. 391)
--------
An-Nashrabadi rahimahullah berkata:
مَنْ لَزِمَ التَّقْوَى اِشْتَاقَ إِلَى مُفَارَقَةِ الدُّنْيَا، لِأَنَّ اللهَ سُبْحَانَهُ يَقُوْلُ: وَالدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُوْنَ أَفَلَا تَعْقِلُونَ
Siapa yang menetapi ketakwaan, ia akan merindukan perpisahan dengan dunia, karena Allah subhanahu wa ta'ala telah berfirman: ‘Dan kampung akhirat itu lebih baik bagi mereka  yang bertakwa. Maka apakah kamu sekalian tidak mengerti? (QS. al-A’raf [7]: 169)”
(Ar-Risalatul Qusyairiyah hal. 56, lihat Mawa’idush Shalihina wash-Shalihat karya Syaikh Hani al-Hajj hafidzahullah hal. 391)
--------
www.ahsanary.blogspot.com

Senin, 19 Maret 2018

MENGAPA UCAPAN SALAF LEBIH BERMANFAAT?


قِيْلَ لِحَمْدُوْنَ بْنِ أَحْمَدَ: مَا بَالُ كَلَامُ السَّلَفِ أَنْفَعُ مِنْ كَلَامِنَا؟ قَالَ: لِأَنَّهُمْ تَكَلَّمُوْا لِعِزِّ الإِسْلَامِ وَنَجَاةِ النُّفُوْسِ وَرِضَى الرَّحْمَنِ، وَنَحْنُ نَتَكَلَّمُ لِعِزِّ النُّفُوْسِ وَطَلَبِ الدُّنْيَا وَرِضَا الخَلْقِ
Pernah dikatakan kepada Hamdun bin Ahmad rahimahullah: “Mengapa ucapan Salaf lebih bermanfaat dibanding ucapan kita?” Ia menjawab: “Karena mereka berkata untuk kemuliaan Islam, keselamatan jiwa, dan ridha ar-Rahman, sedangkan kita berkata untuk kemuliaan diri sendiri, mencari dunia, dan mencari ridha manusia.”