Kalimat laa ilaaha
illallaah memiliki syarat-syarat yang harus dilaksanakan oleh orang yang
mengucapkannya agar bisa mendapatkan keutamaan yang begitu agung, yaitu masuk
ke dalam surga dan dijauhkan dari neraka. Barangsiapa yang hilang darinya satu atau
lebih dari syarat-syarat yang ada, maka kalimat tauhid ini tidak memberi
manfaat baginya. Berdasarkan al-Qur’an dan hadits, para ulama menjelaskan bahwa
syarat-syarat kalimat laa ilaaha illallaah ada tujuh, yaitu: ilmu, yakin,
ikhlas, jujur, cinta, tunduk patuh, dan menerima. Sebagaimana hal ini
diungkapkan dalam sebuah sya`ir oleh ulama yang bernama Hafidz bin Ahmad al-Hakami
rahimahullah dalam Mandzumah Sullamul Wushul di
bait yang ke 92-95:
Selamat datang di ahsanary.blogspot.com, sebuah blog yang kami jadikan sebagai sarana berbagi ilmu kepada kaum muslimin. Berharap semoga situs ini memberikan manfaat dan menjadi sumbangsih kepada dakwah Islam yang mulia ini. Waffaqanallahu waiyyakum.
Tampilkan postingan dengan label Tauhid. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tauhid. Tampilkan semua postingan
Senin, 24 September 2018
Kamis, 20 September 2018
KEUTAMAAN DUA KALIMAT SYAHADAT
“Asyhadu allaa ilaaha illallaah wa`ashadu anna muhammadan rasuulullaah
(saya bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar
kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah).” Ini adalah dua kalimat syahadat
(persaksian) yang merupakan inti ajaran Islam dan selalu kita baca dalam
shalat-shalat kita. Dua kalimat syahadat ini memiliki banyak keutamaan yang akan
didapatkan oleh orang-orang yang meyakininya, mengucapkannya, dan mengamalkan
kandungannya. Keutamaan inti
dan yang paling besar adalah bahwa dua kalimat syahadat ini menjadi penyebab mutlak
keselamatan seseorang dari siksa api neraka dan dimasukkan ke dalam surga.
Karena kalimat syahadat adalah kalimat tauhid, barangsiapa tidak bertauhid maka
ia adalah orang musyrik atau kafir dan tidak akan pernah bisa masuk ke dalam
surga selama-lamanya.
Selasa, 18 September 2018
MAKNA DUA KALIMAT SYAHADAT (Bagian 02 -terakhir-)
Makna Syahadat Muhammad Rasulullah
Syahadat yang kedua
adalah syahadat Muhammad Rasulullah (persaksian bahwa Nabi Muhammad adalah
utusan Allah). Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam adalah
seorang hamba dan rasul (utusan) Allah yang mendapat wahyu dari-Nya. Allah mengutus
beliau untuk menyampaikan wahyu tersebut kepada seluruh umat manusia, dan
beliau adalah utusan Allah yang terakhir, beliau adalah penutup para Nabi dan
Rasul 'alaihimussalam.
Allah subhanahu wa
ta'ala berfirman:
مَا
كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُولَ اللَّهِ
وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ
“Muhammad itu bukanlah bapak dari
seseorang di antara kalian, tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup para
Nabi.” (QS. al-ahzab [33]: 40)
Senin, 17 September 2018
MAKNA DUA KALIMAT SYAHADAT (Bagian 01)
Sebagai seorang muslim
atau sebagai orang yang mengucapkan dua kalimat syahadat, kita haruslah
mengetahui maknanya agar bisa mengamalkannya, sehingga kita menjadi muslim
sejati yang akan mendapatkan keutamaan dua kalimat syahadat yang telah kita
ucapkan. Yang mana dua kalimat syahadat ini adalah syarat mutlak seseorang bisa
meraih kebahagiaan di akhirat berupa surga.
Makna Syahadat Laa Ilaaha
Illallaah
Sesungguhnya kalimat laa
ilaaha illallaah adalah kalimat tauhid, maksudnya bahwa kalimat ini
mengandung makna yang agung berupa keharusan mengesakan Allah subhanahu wa
ta'ala, yaitu menjadikan Allah sebagai satu-satunya sesembahan dengan
memurnikan ibadah hanya kepada-Nya saja dan meninggalkan perbuatan menjadikan
tandingan bagi Allah (kesyirikan) dengan segala macam bentuknya. Kalimat laa
ilaaha illallaah mengandung makna لَا مَعْبُوْدَ بِحَقٍّ إِلَّا اللهُ (tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain
Allah).
Jumat, 01 September 2017
SYI’AR TAUHID DALAM IDHUL ADHA
Segala puji bagi Allah yang telah
melimpahkan kepada kita nikmat yang begitu banyak. Di antara nikmat Allah yang paling
agung adalah nikmat kita berada di atas Islam dan Iman, berada di atas tauhid
dan dijauhkan dari kesyirikan. Shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpah
kepada Nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam yang telah
berjasa besar mengeluarkan manusia dari gelapnya syirik menuju cahaya tauhid
yang terang benderang.
Sesungguhnya hari raya Idul Adha
adalah hari yang sangat agung dalam agama kita. Bagaimana tidak, Idul Adha
adalah syi’ar tauhid, syi’ar ke-esa-an Allah, kebesaran Allah dan keagungan-Nya.
Maka hendaknya seorang muslim benar-benar memperhatikan dan merenungkan
pelajaran-pelajaran yang sangat agung yang terkandung dalam amalan-amalan di
hari raya ini.
Jumat, 12 Mei 2017
MENGENAL TAUHID DAN SYIRIK (Bagian ke 02 -terakhir-)
Mengesakan
Allah dalam Peribadahan kepada-Nya
Poin kedua
yaitu mengesakan Allah dalam peribadahan kepada-Nya, yang disebut oleh para ulama
dengan “Tauhid Uluhiyah”. Maksudnya yaitu kita harus mengikhlaskan
seluruh ibadah kita hanya untuk Allah subhanahu wa ta'ala saja. Apabila seseorang
meniatkan atau menujukan ibadahnya untuk selain Allah, berarti dia telah
berbuat kesyirikan. Baik itu untuk malaikat, nabi, orang-orang shalih, ataupun jin,
berhala, patung-patung, pohon besar, dan selainnya.
Allah subhanahu
wa ta'ala telah berfirman:
وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ
لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا
“Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka
janganlah kamu menyembah seorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah.”
(QS. al-Jin [72]: 18)
وَمَا أُمِرُوا
إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah
dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus.”
(QS. al-Bayyinah [98]: 5)
Kamis, 11 Mei 2017
MENGENAL TAUHID DAN SYIRIK (Bagian 01)
Sesungguhnya
Allah subhanahu wa ta'ala telah mewajibkan melalui banyak ayat al-Qur’an
agar kita selalu bertakwa. Di antaranya adalah Firman-Nya:
يَا أَيُّهَا
الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ
وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan
hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok
(akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa
yang kamu kerjakan.” (QS. al-Hasyr [59]: 18)
Maka ketahuilah
bahwa ketakwaan yang paling takwa dan perintah Allah yang paling agung
adalah mentauhidkan-Nya, sedangkan larangan Allah yang paling besar dan
paling berbahaya adalah kesyirikan. Bahkan masalah inilah yang menjadi
tugas seluruh Nabi dan Rasul, yaitu mengajak manusia agar bertauhid dan
meninggalkan kesyirikan.
Selasa, 31 Januari 2017
SYIRIK, Dosa Besar yang Paling Besar
Meng-esakan
Allah dalam beribadah, inilah tauhid yang merupakan inti ajaran Islam dan
dakwah seluruh Nabi dan Rasul ‘alaihimussalam. Dengan tauhid inilah
dibedakan antara penduduk surga dan penduduk neraka, antara muslim dengan
kafir, dan antara mukmin dengan munafik. Tauhid adalah kandungan dari syahadat laa
ilaaha illallaah.
Langganan:
Postingan (Atom)




