Tampilkan postingan dengan label Tauhid. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tauhid. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 September 2018

SYARAT-SYARAT KALIMAT LAA ILAAHA ILLALLAAH


Kalimat laa ilaaha illallaah memiliki syarat-syarat yang harus dilaksanakan oleh orang yang mengucapkannya agar bisa mendapatkan keutamaan yang begitu agung, yaitu masuk ke dalam surga dan dijauhkan dari neraka. Barangsiapa yang hilang darinya satu atau lebih dari syarat-syarat yang ada, maka kalimat tauhid ini tidak memberi manfaat baginya. Berdasarkan al-Qur’an dan hadits, para ulama menjelaskan bahwa syarat-syarat kalimat laa ilaaha illallaah ada tujuh, yaitu: ilmu, yakin, ikhlas, jujur, cinta, tunduk patuh, dan menerima. Sebagaimana hal ini diungkapkan dalam sebuah sya`ir oleh ulama yang bernama Hafidz bin Ahmad al-Hakami rahimahullah dalam Mandzumah Sullamul Wushul di bait yang ke 92-95:

Kamis, 20 September 2018

KEUTAMAAN DUA KALIMAT SYAHADAT


Asyhadu allaa ilaaha illallaah wa`ashadu anna muhammadan rasuulullaah (saya bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah).” Ini adalah dua kalimat syahadat (persaksian) yang merupakan inti ajaran Islam dan selalu kita baca dalam shalat-shalat kita. Dua kalimat syahadat ini memiliki banyak keutamaan yang akan didapatkan oleh orang-orang yang meyakininya, mengucapkannya, dan mengamalkan kandungannya. Keutamaan inti dan yang paling besar adalah bahwa dua kalimat syahadat ini menjadi penyebab mutlak keselamatan seseorang dari siksa api neraka dan dimasukkan ke dalam surga. Karena kalimat syahadat adalah kalimat tauhid, barangsiapa tidak bertauhid maka ia adalah orang musyrik atau kafir dan tidak akan pernah bisa masuk ke dalam surga selama-lamanya.

Selasa, 18 September 2018

MAKNA DUA KALIMAT SYAHADAT (Bagian 02 -terakhir-)


Makna Syahadat Muhammad Rasulullah
Syahadat yang kedua adalah syahadat Muhammad Rasulullah (persaksian bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah). Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam adalah seorang hamba dan rasul (utusan) Allah yang mendapat wahyu dari-Nya. Allah mengutus beliau untuk menyampaikan wahyu tersebut kepada seluruh umat manusia, dan beliau adalah utusan Allah yang terakhir, beliau adalah penutup para Nabi dan Rasul 'alaihimussalam.
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:
مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ
Muhammad itu bukanlah bapak dari seseorang di antara kalian, tetapi dia adalah utusan Allah dan penutup para Nabi.” (QS. al-ahzab [33]: 40)

Senin, 17 September 2018

MAKNA DUA KALIMAT SYAHADAT (Bagian 01)


Sebagai seorang muslim atau sebagai orang yang mengucapkan dua kalimat syahadat, kita haruslah mengetahui maknanya agar bisa mengamalkannya, sehingga kita menjadi muslim sejati yang akan mendapatkan keutamaan dua kalimat syahadat yang telah kita ucapkan. Yang mana dua kalimat syahadat ini adalah syarat mutlak seseorang bisa meraih kebahagiaan di akhirat berupa surga.
Makna Syahadat Laa Ilaaha Illallaah
Sesungguhnya kalimat laa ilaaha illallaah adalah kalimat tauhid, maksudnya bahwa kalimat ini mengandung makna yang agung berupa keharusan mengesakan Allah subhanahu wa ta'ala, yaitu menjadikan Allah sebagai satu-satunya sesembahan dengan memurnikan ibadah hanya kepada-Nya saja dan meninggalkan perbuatan menjadikan tandingan bagi Allah (kesyirikan) dengan segala macam bentuknya. Kalimat laa ilaaha illallaah mengandung makna لَا مَعْبُوْدَ بِحَقٍّ إِلَّا اللهُ (tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Allah).

Jumat, 01 September 2017

SYI’AR TAUHID DALAM IDHUL ADHA

Segala puji bagi Allah yang telah melimpahkan kepada kita nikmat yang begitu banyak. Di antara nikmat Allah yang paling agung adalah nikmat kita berada di atas Islam dan Iman, berada di atas tauhid dan dijauhkan dari kesyirikan. Shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam yang telah berjasa besar mengeluarkan manusia dari gelapnya syirik menuju cahaya tauhid yang terang benderang.
Sesungguhnya hari raya Idul Adha adalah hari yang sangat agung dalam agama kita. Bagaimana tidak, Idul Adha adalah syi’ar tauhid, syi’ar ke-esa-an Allah, kebesaran Allah dan keagungan-Nya. Maka hendaknya seorang muslim benar-benar memperhatikan dan merenungkan pelajaran-pelajaran yang sangat agung yang terkandung dalam amalan-amalan di hari raya ini.

Jumat, 12 Mei 2017

MENGENAL TAUHID DAN SYIRIK (Bagian ke 02 -terakhir-)

Mengesakan Allah dalam Peribadahan kepada-Nya
Poin kedua yaitu mengesakan Allah dalam peribadahan kepada-Nya, yang disebut oleh para ulama dengan “Tauhid Uluhiyah”. Maksudnya yaitu kita harus mengikhlaskan seluruh ibadah kita hanya untuk Allah subhanahu wa ta'ala saja. Apabila seseorang meniatkan atau menujukan ibadahnya untuk selain Allah, berarti dia telah berbuat kesyirikan. Baik itu untuk malaikat, nabi, orang-orang shalih, ataupun jin, berhala, patung-patung, pohon besar, dan selainnya.
Allah subhanahu wa ta'ala telah berfirman:
وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا
Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah.” (QS. al-Jin [72]: 18)
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ
Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus.” (QS. al-Bayyinah [98]: 5)

Kamis, 11 Mei 2017

MENGENAL TAUHID DAN SYIRIK (Bagian 01)

Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta'ala telah mewajibkan melalui banyak ayat al-Qur’an agar kita selalu bertakwa. Di antaranya adalah Firman-Nya:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. al-Hasyr [59]: 18)
Maka ketahuilah bahwa ketakwaan yang paling takwa dan perintah Allah yang paling agung adalah mentauhidkan-Nya, sedangkan larangan Allah yang paling besar dan paling berbahaya adalah kesyirikan. Bahkan masalah inilah yang menjadi tugas seluruh Nabi dan Rasul, yaitu mengajak manusia agar bertauhid dan meninggalkan kesyirikan.

Selasa, 31 Januari 2017

SYIRIK, Dosa Besar yang Paling Besar

Meng-esakan Allah dalam beribadah, inilah tauhid yang merupakan inti ajaran Islam dan dakwah seluruh Nabi dan Rasul ‘alaihimussalam. Dengan tauhid inilah dibedakan antara penduduk surga dan penduduk neraka, antara muslim dengan kafir, dan antara mukmin dengan munafik. Tauhid adalah kandungan dari syahadat laa ilaaha illallaah.