Tampilkan postingan dengan label Manhaj. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Manhaj. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Februari 2019

BAHAYA BID’AH

      Bid’ah atau yang didefinisikan oleh para ulama dengan perkara baru dalam agama yang tidak ada tuntunannya dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabat beliau radhiyallahu 'anhum, memiliki bahaya yang banyak bagi seorang hamba, sehingga kita harus waspada terhadapnya. Di antara bahaya-bahaya itu adalah sebagai berikut:
1.      Sebab perpecahan
Allah 'azza wa jalla berfirman:
وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ
Janganlah kalian ikuti jalan-jalan yang lain (selain jalan Allah), karena itu akan mencerai beraikan kalian dari jalan-Nya.(QS. al-An’am [6]: 153).

Rabu, 06 Februari 2019

CONTOH-CONTOH BID’AH


Sebagaimana penjelasan para ulama, bahwa bid’ah adalah setiap amalan yang diada-adakan dalam agama Islam yang tidak pernah ada tuntunannya dari Nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dan para Sahabat beliau radhiyallahu 'anhum, maka kita bisa mengetahui bahwa contoh-contoh amalan bid’ah ada banyak sekali, baik menyangkut keyakinan, ucapan, ataupun perbuatan. Amalan-amalan bid’ah harus ditinggalkan dan dijauhi, karena ia adalah perbuatan dosa dan terlarang, meskipun nampak seperti ibadah, bahkan meskipun dianggap baik dan diamalkan oleh banyak orang. Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma berkata:
كُلُّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ وَإِنْ رَآهَا النَّاسُ حَسَنَةً
“Setiap bid’ah adalah sesat, meski manusia melihatnya sebagai sesuatu yang baik.” (Syarh Ushul I’tiqad Ahlis Sunnah wal Jamaah 1/126 karya Imam al-Lalika’i rahimahullah - Maktabah Syamilah)

Senin, 04 Februari 2019

MAKNA BID'AH


Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدًا حَبَشِيًّا، فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِيْ فَسَيَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا، فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِيْ وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الْمَهْدِيِّيْنَ الرَّاشِدِيْنَ تَمَسَّكُوْا بِهَا وَعَضُّوْا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ، وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُوْرِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ
“Aku wasiatkan kepada kalian agar selalu bertakwa kepada Allah, dan selalu mendengar dan taat (kepada pemimpin kalian) meskipun ia adalah seorang budak dari negeri Habasyah, sesungguhnya siapa di antara kalian yang masih hidup setelahku, maka ia akan melihat perpecahan yang banyak, maka berpegang teguhlah dengan sunnah (ajaran)ku dan sunnahnya al-Khulafa`ur Rasyidin yang mendapat petunjuk, penganglah ia erat-erat dan gigitlah ia dengan gigi geraham. Dan jauhilah oleh kalian perkara yang diada-adakan (dalam agama), karena setiap yang diada-adakan itu adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah kesesatan.” (HR. Abu Dawud 4609, Ahmad 17144, Ibnu Majah 42, dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Shahihul Jami’is Shaghir 2549)

Selasa, 29 Januari 2019

SIBUKLAH MEMBICARAKAN TAUHID, JANGAN SIBUK MEMBICARAKAN POLITIK!


Di saat orang-orang banyak berbicara politik negeri ini. Mari kita sibukkan membicarakan dan mempelajari tauhid dan sunnah agar bisa kita amalkan, serta memahami syirik dan bid'ah agar bisa kita jauhi dan kita tinggalkan.
Karena itulah yang kita butuhkan. Kita butuh paham akan agama kita, kita butuh tambahan dan pemupuk keimanan, kita butuh berjalan dengan benar di atas jalannya orang-orang yang telah mendapat hidayah dari Allah ar-Rahman, mereka adalah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabat beliau radhiyallahu 'anhum, serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik.
Tidak ada perdebatan, tidak ada tukaran caci makian, tidak ada kedustaan. Semuanya jelas di atas wahyu al-Qur'an dan Sunnah sesuai pemahaman Salaful ummah.

Selasa, 08 Januari 2019

AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH Bukan Sekedar Pengakuan


Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah sebutan yang masyhur di tengah-tengah kaum muslimin. Tak heran, karena memang Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah sebuah nama yang disematkan kepada orang-orang atau kelompok yang berada di atas jalan yang lurus dan selamat. Ia selamat dari perpecahan dan kesesatan umat, bahkan ia selamat dari ancaman siksa api neraka yang menyala-nyala. Ahlus Sunnah wal Jama’ah akan terus ada dan senantiasa ditolong oleh Allah hingga akhir zaman. Namun mereka adalah orang-orang yang langka, karena mereka benar-benar berpegang teguh dengan al-Qur’an dan Sunnah, di saat yang lainnya terjatuh ke dalam kubangan hawa nafsu dan kesesatan, sehingga mereka pun menjadi orang-orang yang terasing.
Makna Ahlus Sunnah wal Jama’ah
Kata Ahlus Sunnah wal Jama’ah mengacu pada istilah Sunnah dan al-Jama’ah.
Al-Hafidz Ibnu Rajab al-Hambali rahimahullah mengatakan: “Sunnah adalah jalan yang ditempuh, yang mencakup berpegang teguh dengan apa yang dijalani oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan al-Khulafa’ur Rasyidin yang berupa keyakinan, amalan, dan ucapan. Inilah sunnah yang sempurna. Oleh karena itulah para ulama salaf terdahulu tidaklah memutlakkan nama sunnah kecuali apa yang mencakup hal tersebut seluruhnya.” (Jami’ul Ulum wal Hikam II/120)

Senin, 24 Desember 2018

KEDUDUKAN SUNNAH DALAM SYARI’AT ISLAM


Sunnah di dalam agama Islam adalah setara dengan al-Qur’an, karena sama-sama wahyu dari Allah ta'ala. Oleh karena itulah kita harus menjadikan sunnah sebagai hujjah (pedoman dan sumber utama) dalam beragama sebagaimana al-Qur’an. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
أَلاَ إِنِّى أُوتِيتُ الْكِتَابَ وَمِثْلَهُ مَعَهُ
“Ketahuilah, sesungguhnya aku diberi al-Kitab (al-Qur’an) dan yang sepertinya (Sunnah) bersamanya.” (HR. Abu Dawud 4606, Ahmad 17174, dinilai shahih oleh Syaikh al-Albani dalam Shahihul Jami’ish Shaghir 2643)
Seorang Muslim Harus Mentaati Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam
Allah subhanahu wa ta'ala telah berfirman:
وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا
Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang beriman dan perempuan yang beriman, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh ia telah tersesat dengan kesesatan yang nyata.” (QS. al-Ahzab [33]: 36)

Jumat, 21 Desember 2018

MAKNA SUNNAH


Sebagai orang Islam, tentunya kita sering mendengar istilah sunnah. Namun banyak juga di antara kita yang kurang mengetahui apa itu arti dari sunnah. Bahkan mungkin ada sebagian yang bingung, ketika ternyata ia mendapati bahwa sunnah tidak hanya memiliki satu makna. Maka pada tulisan ini insyaallah akan dijelaskan tentang makna sunnah. Semoga bisa dipahami dan bermanfaat.
Makna Secara Bahasa
Sunnah secara bahasa adalah jalan dan juga perjalanan, yang baik ataupun buruk. (Lisanul Arab 13/225, lihat Wasathiyah Ahlis Sunnah bainal Firaq karya Syaikh Muhammad Bakarim Muhammad Ba’abdillah hafidzahullah hal. 29)

Sabtu, 08 Desember 2018

WAJIBNYA MENELADANI RASULULLAH DALAM BERIBADAH


Saudara-saudariku kaum muslimin dan muslimah yang semoga senantiasa dirahmati oleh Allah ta'ala.
Tujuan Hidup Kita Adalah untuk Beribadah
Sebagai seorang manusia, kita menjalani kehidupan di dunia ini semenjak dilahirkan hingga kita meninggal dunia. Kita pun menjalani aktifitas kehidupan sebagaimana makhluk hidup yang lainnya. Hanya saja Allah membedakan kita dengan makhluk lainnya, Allah subhanahu wa ta'ala menciptakan kita untuk satu tujuan yang sangat mulia, yaitu untuk mentauhidkan-Nya, dengan beribadah hanya kepada-Nya saja. Dalam ayat yang insyaallah tak asing lagi bagi kita, Allah ta'ala berfirman:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. adz-Dzariyat [51]: 56)

Kamis, 18 Oktober 2018

AMALAN YANG DITERIMA


Sebagai seorang muslim, pastilah kita ingin agar amalan ibadah kita diterima oleh Allah subhanahu wa ta'ala, sehingga menjadi amalan yang berpahala dan bisa memasukkan kita ke dalam surga. Bayangkan saja, betapa ruginya seseorang yang telah lelah beramal, namun amalannya itu tak diterima oleh Allah ta'ala sedikitpun. Ibarat orang yang lelah bekerja, namun ketika tiba masa gajian, ternyata ia tak mendapat gaji sepeserpun. Oleh karena itulah orang-orang yang takut kepada Allah khawatir kalau-kalau amalannya tidak diterima.
Abdul ‘Aziz bin Abi Rawwad rahimahullah berkata:
أَدْرَكْتُهُمْ يَجْتَهِدُوْنَ فِيْ العَمَلِ الصَّالِحِ، وَإِذَا فَعَلُوْهُ وَقَعَ عَلَيْهِمُ الْهَمُّ، أَيُقْبَلُ مِنْهُمْ أَمْ لَا
“Aku mendapati mereka para Salafush Shalih bersungguh-sungguh dalam amal shalih, dan apabila mereka telah selesai beramal, muncullah dalam diri-diri mereka rasa bimbang bahwasanya apakah amalan mereka itu diterima ataukah tidak.” (Lathaiful Ma’arif hal. 376)

Jumat, 14 April 2017

JUJURLAH DALAM MENCARI HIDAYAH

Saudara dan saudariku kaum muslimin dan muslimat...
Jujurlah dalam mencari hidayah.
Hidayah adalah engkau mengetahui kebenaran kemudian engkau diberi taufik oleh Allah untuk mengamalkannya.
Ikutilah orang-orang yang telah mendapatkan hidayah dan telah diridhai oleh Allah ta'ala. Mereka adalah para sahabat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.
Allah ta'ala telah berfirman tentang para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik:
وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ
"Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama masuk Islam dari golongan sahabat Muhajirin dan Anshar serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah. Dan Allah menyiapkan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai." (QS. at-Taubah [9]: 100)

Senin, 20 Februari 2017

JALAN SELAMAT ADALAH MENGIKUTI PARA SAHABAT

Banyak kelompok di negeri ini yang menyandarkan diri kepada Islam, namun cara beragama mereka berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Di antara mereka ada yang mengerjakan amalan-amalan baru dalam agama, ada yang mengajak untuk memberontak kepada penguasa, bahkan ada pula kelompok yang menganggap bahwa orang-orang di luar kelompok mereka adalah kafir, dan lain sebagainya. Padahal dari kelompok-kelompok yang ada itu, semuanya mengaku berjalan di atas al-Qur’an dan Hadits. Ini menunjukkan betapa perpecahan umat telah menjalar di negeri kita yang tercinta ini, sehingga hal ini pun membuat banyak dari kaum muslimin merasa bingung, bagaimanakah cara beragama Islam yang benar sehingga selamat dari fitnah perpecahan?