Tampilkan postingan dengan label Hadits Hafalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hadits Hafalan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 November 2019

KABAR GEMBIRA BAGI PARA PENGHAFAL HADITS DAN YANG MENYEBARKANNYA

Sesungguhnya mempelajari dan menghafalkan hadits-hadits yang shahih merupakan upaya yang sangat baik sekali dalam mengenal agama Islam dengan kemurniannya. Tentunya juga dalam memahaminya, yaitu dengan mengikuti pemahaman para ulama salaf dalam pengamalannya. Maka sesungguhnya menghafalkan hadits-hadits Nabi, mempelajarinya dan menyebarkannya adalah merupakan bentuk kita mengikuti jejak para ulama dalam menjaga agama Islam yang mulia ini dari berbagai macam penyimpangan. Dan hal ini memiliki keutamaan yang banyak, berikut ini di antaranya:

Kamis, 22 November 2018

HADITS KE 09: KEUTAMAAN MENGURUSI JANDA DAN ORANG-ORANG MISKIN


عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: (( السَّاعِيْ عَلَى الأَرْمَلَةِ وَالْمِسْكِيْنِ كَالْمُجَاهِدِ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ، - وَأَحْسِبُهُ قَالَ - وَكَالْقَائِمِ الَّذِيْ لَا يَفْتُرُ وَكَالصَّائِمِ لَا يُفْطِرُ ))
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Orang yang mengurusi para janda dan orang-orang miskin adalah seperti orang yang berjihad di jalan Allah -dan aku (perawi) mengira beliau pun bersabda- seperti orang yang shalat malam terus menerus, dan seperti orang yang berpuasa tanpa berbuka.” (HR. Bukhari 5353 dan Muslim 2982)
Hadits ini dengan begitu jelas menunjukkan akan besarnya keutamaan mengurusi janda dan orang-orang miskin, dengan memenuhi kebutuhan mereka atau membantu meringankan beban mereka. Sesungguhnya para janda dan orang-orang miskin perlu mendapat perhatian di dalam sebuah masyarakat. Mereka adalah orang-orang yang lemah, dan Allah menolong umat ini dikarenakan orang-orang lemah di antara kita.

Rabu, 23 Mei 2018

HADITS KE 08: MENGUAP ADALAH DARI SETAN


عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: (( التَّثَاؤُبُ مِنَ الشَّيْطَانِ، فَإِذَا تَثَاءَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَرُدَّهُ مَا اسْتَطَاعَ ))
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Menguap adalah dari setan, oleh karena itu apabila kalian menguap maka tolaklah semampunya.” (HR. Bukhari 3289 dan Muslim 2994)
Pernahkah anda melihat atau membayangkan seseorang yang sedang berbicara di hadapan orang-orang, tapi tiba-tiba ia membuka mulutnya selebar-lebarnya tanpa menutupnya, sehingga seolah-olah ia akan menyedot semua yang ada di hadapannya?! Belum lagi jika ditambah suara khas orang menguap yang keluar dari mulutnya: “Haaah”. Tentunya ini bukanlah pemandangan yang indah bukan?! Justru sebaliknya, kita pasti merasa risih dan tidak enak jika melihatnya.

Selasa, 08 Mei 2018

HADITS KE 07: KEUTAMAAN HAJI DAN UMRAH


عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: (( الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا وَالْحَجُّ الْمَبْرُوْرُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ ))
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Umrah yang satu ke umrah berikutnya merupakan penebus kesalahan di antara keduanya, dan haji mabrur itu tidak ada balasan baginya kecuali surga.” (HR. Bukhari 1773 dan Muslim 1349)
Haji dan umrah adalah merupakan ibadah mulia yang tidak setiap muslim Allah berikan kemampuan untuk melaksanakannya. Bahkan haji adalah salah satu di antara rukun Islam yang lima. Berbahagialah orang-orang yang dikaruniai kemampuan untuk melaksanakannya, karena ada pahala yang besar di sana.

Senin, 20 November 2017

HADITS KE 06: KEUTAMAAN SHALAT TARAWIH

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ((مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ ))
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa shalat malam di bulan Ramadhan (shalat tarawih) dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala dari Allah, niscaya diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari 37 dan Muslim 759)
Hadits ini memberikan kabar gembira bagi seorang muslim di bulan Ramadhan yang mulia dan penuh berkah, atas ampunan terhadap dosa-dosa yang pernah dilakukannya. Sebuah momen yang sangat berharga dan kita tunggu-tunggu tentunya, yang hanya bisa kita temui sekali dalam setahun, atau satu bulan di antara dua belas bulan.

Selasa, 31 Oktober 2017

HADITS KE 05: ALLAH PUN CEMBURU

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ((إِنَّ اللهَ يَغَارُ، وَغَيْرَةُ اللهِ أَنْ يَأْتِيَ الْمُؤْمِنُ مَا حَرَّمَ اللهُ))
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah cemburu, dan kecemburuan Allah itu ketika seorang mukmin mendatangi apa yang diharamkan oleh Allah.” (HR. Bukhari 5223 dan Muslim 2761)
Melalui hadits ini Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengabarkan kepada kita akan salah satu sifat Allah ta'ala. Dimana Allah memiliki sifat-sifat yang mulia yang sesuai dengan kebesaran dan keagungan-Nya. Allah ta'ala bisa kita kenali dengan mempelajari sifat-sifatNya dalam al-Qur’an dan Hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

Kamis, 04 Mei 2017

HADITS KE 04: BAHAYA BERKATA TANPA ILMU

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ((إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مَا يَتَبَيَّنُ فِيْهَا يَزِلُّ بِهَا فِيْ النَّارِ أَبْعَدَ مَا بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ )) [متفق عليه: ب 6477، م 2988]
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya ada seorang hamba yang berbicara dengan suatu perkataan yang belum jelas (apakah itu baik atau buruk), sehingga membuatnya dilempar ke neraka dengan jarak yang lebih jauh daripada jarak antara timur dan barat.” (HR. Bukhari 6477 dan Muslim 2988)
Lisan merupakan salah satu anggota badan yang memiliki banyak bahaya jika tidak dikontrol dengan baik. Hadits ini menjelaskan salah satu bahaya besar lisan yang harus kita waspadai, yaitu ketika seseorang berucap tanpa ilmu, tidak jelas baginya apakah ucapannya itu baik ataukah buruk. Sebuah ucapan yang mudah saja diucapkan oleh lisan, namun ternyata berakibat sangat fatal dan mendapat hukuman yang sangat berat.

Rabu, 26 April 2017

HADITS KEUTAMAAN MEMBACA SURAT AL-IKHLAS 10 KALI

Bismillah, Segala puji bagi Allah, semoga shalawat dan salam senantiasa terlimpah kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, kepada keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik.
Ada sebuah riwayat tentang keutamaan surat al-Ikhlas berikut ini:
حَدَّثَنَا حَسَنٌ، حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ، قَالَ: وَحَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ غَيْلَانَ، حَدَّثَنَا رِشْدِينُ، حَدَّثَنَا زَبَّانُ بْنُ فَائِدٍ الْحمْرَاوِيُّ، عَنْ سَهْلِ بْنِ مُعَاذِ بْنِ أَنَسٍ الْجُهَنِيِّ، عَنْ أَبِيهِ مُعَاذِ بْنِ أَنَسٍ الْجُهَنِيِّ صَاحِبِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ قَرَأَ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ حَتَّى يَخْتِمَهَا عَشْرَ مَرَّاتٍ بَنَى اللَّهُ لَهُ قَصْرًا فِي الْجَنَّةِ فَقَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ إِذَنْ أَسْتَكْثِرَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُ أَكْثَرُ وَأَطْيَبُ
Telah menceritakan kepada kami Hasan, menceritakan kepada kami Ibnu Lahi’ah, ia berkata… dan menceritakan kepada kami Yahya bin Ghailan, menceritakan kepada kami Risydin, menceritakan kepada kami Zabban bin Fa`id al-Himrawi, dari Sahl bin Mu’adz bin Anas al-Juhani, dari bapaknya, Muadz bin Anas al-Juhani seorang sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Siapa yang membaca ‘qul huwallahu ahad’ sampai selesai sebanyak sepuluh kali, maka Allah akan membangunkan baginya istana di surga.” Umar bin Khaththab radhiyallahu 'anhu berkata: “Kalau begitu kita memperbanyak istana wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Allah lebih banyak dan lebih baik.”

Jumat, 07 April 2017

HADITS KE 03: MENJAUHI PRASANGKA BURUK

Di antara ajaran Islam dalam bermuamalah dengan manusia adalah agar selalu berprasangka baik kepada orang lain. Hal ini termasuk akhlak yang mulia, karena dengan kita berprasangka baik kepada orang lain, maka kita akan menjaga diri dari mencari-cari keburukan dan kesalahannya, juga menjaga diri dari membicarakan aibnya, serta tidak menuduhnya dengan tuduhan dusta. Sehingga akan memberikan efek ketenangan dan keamanan bagi hati serta menghindarkan timbulnya kebencian.
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيْثِ
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jauhilah prasangka buruk, karena prasangka buruk adalah sedusta-dustanya perkataan.” (HR. Bukhari 5143 dan Muslim 2563)

Minggu, 05 Maret 2017

HADITS KE 02: BESARNYA KEDUDUKAN SEORANG IBU

Berbakti kepada orang tua akan terus ada selama kita hidup, karena berbakti kepada orang tua bukan hanya ketika mereka hidup, namun juga ketika mereka telah meninggal dunia. Berbakti kepada orang tua adalah syiar Islam, yang dengannya diketahui keindahan Islam dalam berakhlak mulia. Sekaligus menunjukkan bahwa agama Islam sangatlah perhatian dengan akhlak seorang muslim kepada orang tuanya.
Kewajiban Berbakti pada Orang Tua
Berbakti kepada orang tua adalah kewajiban yang utama. Bahkan Allah mengiringkan perintah berbakti kepada orang tua dengan perintah mentauhidkannya. Dia berfirman dalam ayat tentang berbakti kepada orang tua:
وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
Dan Rabb-mu telah memerintahkan agar kamu jangan beribadah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada ibu-bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, ‘Ya Rabb-ku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.’” (QS. al-Isra’ [17]: 23-24)

Selasa, 28 Februari 2017

HADITS KE 01: DUA KALIMAT YANG MULIA

Berbahagialah lisan yang senantiasa berdzikir kepada Allah ta'ala, sungguh ia telah menggunakan nikmat lisannya untuk ketaatan kepada Allah dengan memuji-Nya. Allah 'azza wa jalla telah berfirman dalam kitab-Nya:
وَالذَّاكِرِيْنَ اللَّهَ كَثِيْرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيْمًا
Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, maka Allah menyediakan untuk mereka pengampunan dan pahala yang agung.” (QS. al-Ahzaab [33]: 35)
Di antara dzikir yang mulia adalah ucapan “subhanallah (Maha Suci Allah)”. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah mengatakan bahwa ucapan “subhanallah” bermakna mensucikan Allah dari apapun yang tidak cocok dengan-Nya berupa setiap kekurangan. Dan ucapan “subhanallah” mengharuskan peniadaan sekutu, istri, anak, dan semua sifat-sifat yang rendah. (Fathul Bari 14/454)

Senin, 27 Februari 2017

MENGHAFAL HADITS DAN KEUTAMAAN MEMPELAJARINYA

Bismillah. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Semoga shalawat dan salam senantiasa terlimpah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, kepada keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga akhir zaman.
Sesungguhnya agama Islam ini adalah agama telah Allah turunkan dari sisi-Nya. Melalui malaikat yang mulia Jibril 'alaihissalam, Allah sampaikan wahyu-Nya kepada Nabi-Nya yang mulia Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Kemudian agama ini diamalkan dan dibawa oleh para sahabat Nabi Muhammad radhiyallahu 'anhum yang merupakan generasi terbaik umat ini, untuk disampaikan kepada orang-orang setelah mereka. Maka setelah melalui masa yang panjang dari zaman ke zaman, sampailah Islam ini kepada kita yang hidup di zaman ini.