Minggu, 29 Januari 2017

TERUSLAH BERAMAL KEBAIKAN SEMAMPU KITA

Semua kita, sedang menuju akhir dari hidup kita. Semakin umur kita bertambah, maka ia juga semakin berkurang.
Sungguh telah berlalu orang-orang sebelum kita, satu per satu berguguran meninggalkan kita. Mereka telah mendahului kita, dan kini kita sedang menunggu giliran.
Cepat atau lambat, saat itu akan datang menghampiri kita. Itulah kematian...
Kemudian, kita akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang telah kita kerjakan di dunia ini.
Cukuplah bagi kita janji Allah berupa surga dan neraka sebagai motivasi bagi kita untuk terus beramal kebaikan dan meninggalkan keburukan, karena semua amalan itu pasti akan ada balasannya.
Allah ta'ala berfirman:
فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ. وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ.
“Barangsiapa mengerjakan kebaikan meskipun sangat sedikit sekali, ia pasti akan melihat balasannya. Dan barangsiapa mengerjakan keburukan meski sangat sedikit sekali, ia juga pasti akan melihat balasannya.” (QS. az-Zalzalah [99]: 7-8)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
يُؤْتَى بِأَنْعَمِ أَهْلِ الدُّنْيَا مِنْ أَهْلِ النَّارِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيُصْبَغُ فِيْ النَّارِ صَبْغَةً ثُمَّ يُقَالُ: يَا ابْنَ آدَمَ هَلْ رَأَيْتَ خَيْرًا قَطُّ، هَلْ مَرَّ بِكَ نَعِيمٌ قَطُّ؟ فَيَقُولُ: لاَ وَاللَّهِ يَا رَبِّ. وَيُؤْتَى بِأَشَدِّ النَّاسِ بُؤْسًا فِيْ الدُّنْيَا مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيُصْبَغُ صَبْغَةً فِيْ الْجَنَّةِ، فَيُقَالُ لَهُ: يَا ابْنَ آدَمَ هَلْ رَأَيْتَ بُؤْسًا قَطُّ، هَلْ مَرَّ بِكَ شِدَّةٌ قَطُّ؟ فَيَقُولُ: لاَ وَاللَّهِ يَا رَبِّ مَا مَرَّ بِيْ بُؤُسٌ قَطُّ وَلاَ رَأَيْتُ شِدَّةً قَطُّ.
Pada hari kiamat nanti akan didatangkan orang yang paling banyak merasakan kenikmatan dunia dari kalangan penghuni neraka, kemudian orang itu dicelupkan ke dalam neraka Jahannam dengan sekali celup, lalu ia ditanya, ‘Wahai anak adam, pernahkah engkau merasakan kebaikan meski hanya sedikit sekali, pernahkah engkau merasakan kenikmatan meski hanya sekejap saja?’, ‘Tidak demi Allah wahai Rabbku’ jawabnya. Dan pada hari kiamat nanti juga akan didatangkan orang yang paling banyak merasakan kesengsaraan dunia dari kalangan penghuni surga, kemudian orang itu dicelupkan ke dalam surga dengan sekali celup, lalu ia ditanya, ‘Wahai anak adam, pernahkah engkau merasakan penderitaan meski hanya sedikit sekali, pernahkah engkau merasakan kesengsaraan meski hanya sekejap saja?’, ‘Tidak demi Allah wahai Rabbku, aku tidak pernah merasakan kesengsaraan dan penderitaan sedikitpun’ jawabnya.” (HR. Muslim 2807)
Lihatlah, betapa dahsyatnya neraka dan siksaannya itu, sehingga orang yang paling bahagia di dunia pun lupa dengan kebahagiaannya.
Dan lihatlah pula, betapa agungnya surga dan kenikmatannya, sehingga orang yang paling menderita di dunia pun lupa dengan penderitaannya.
Padahal orang tadi hanya sekejap saja memasukinya.
Maka manakah yang kita pilih? Jalan menuju surga ataukah neraka? Hendaknya kita melihat kepada amalan kita masing-masing selama ini.
Sebagai manusia kita banyak berbuat dosa, maka teruslah memperbaiki diri, memperbaiki iman dan ketakwaan kita.
Belum ada kata terlambat untuk bertaubat, selama nyawa belum sampai di kerongkongan.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk penduduk surgaNya. Aamiin.

Abu Ibrohim Ari bin Salimin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.