Jumat, 01 Juni 2018

MENDIDIK DENGAN AKHLAK

Terkadang -atau bahkan lebih sering- mendidik dengan contoh akhlak itu lebih mengena daripada dengan kata-kata.
Terkadang -atau bahkan lebih sering- mendidik dengan contoh akhlak itu lebih mengena daripada dengan kata-kata.
Seorang anak yang selalu melihat bapaknya rajin ke masjid, rajin baca Qur’an, rajin ibadah... Tentu berbeda dengan seorang anak yang tiap hari melihat bapaknya rajin nonton televisi, jarang ke masjid, jarang baca qur'an, sering merokok, jarang ibadah... Berbeda!!
Seorang anak yang selalu melihat ibunya rajin baca Qur’an, rajin shalat, taat pada suami, tutur katanya lembut padanya, selalu menjaga aurat, rajin ibadah... Tentu berbeda dengan seorang anak yang hampir tiap hari melihat ibunya rajin nonton sinetron, suka dandan dan tanpa berjilbab ketika keluar rumah, sering teriak-teriak di depan suami, sering marah-marah, kurang rajin beribadah.... Berbeda!!

Rumah adalah awal kali pembentukan akhlak seorang anak. Dari bapak ibunya-lah dia mencontoh. Maka berikanlah contoh keteladanan yang baik pada anak-anak kita. Niscaya kita akan melihat hasil baiknya ketika ia telah besar.
Dan ingat! Anak adalah amanah, dan ia adalah investasi akhirat. Ia adalah ladang amalan kita, bahkan menjadi pahala yang terus mengalir meskipun kita telah meninggal dunia Insyaallah.
Jangan sampai justru seorang anak menjadi dosa yang terus mengalir pada orang tuanya, karena salah dalam pendidikan anak.
Benar saja, orang yang mengatakan bahwa mendidik anak di saat kecil bagaikan mengukir di atas batu. Sedangkan mendidiknya ketika telah dewasa bagai mengukir di atas air.
Kemudahan mendidik anak di saat ia telah dewasa adalah dimulai sejak ia kecil. Allah ta'ala telah berfirman:
إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَاللَّهُ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ
Sesungguhnya harta-harta dan anak-anak kalian adalah ujian bagi kalian, dan di sisi Allah pahala yang besar.” (QS. at-Taghabun [64]: 15)
Semoga Allah memudahkan kita dan memberi kita kesabaran dalam mendidik anak-anak kita.
Dan jangan pernah lelah untuk terus berdoa memohon kebaikan kepada Allah untuk anak-anak kita.
--------
Abu Ibrohim Ari bin Salimin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.