Minggu, 12 Februari 2017

KABAR GEMBIRA BAGI PARA PEJUANG DAKWAH

Dakwah merupakan sarana utama untuk menyebarkan Islam beserta cabang-cabang ilmunya kepada manusia. Melalui dakwah ini manusia mengetahui kewajiban mereka terhadap Allah subhanahu wa ta'ala, dan melalui dakwah ini kebenaran akan tersebar, amar ma’ruf akan tegak, tauhid akan menancap kuat di hati-hati manusia, dan syari’at Islam akan menjadi pedoman yang utama dalam kehidupan sehari-hari. Tak diragukan lagi bahwa dakwah adalah bentuk dari nasehat kepada manusia dan upaya untuk mengingatkan mereka akan kedudukannya sebagai hamba Allah, sehingga mereka dapat merealisasikan tugasnya beribadah dengan istiqamah, yaitu dengan ketakwaan kepada Allah subhanahu wa ta'ala.

Sabtu, 11 Februari 2017

MARI BELAJAR AGAMA ISLAM

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, sungguh patut kita memperbanyak lagi rasa syukur kita kepada Allah ta'ala atas segala nikmat dan karunia-Nya, bahwa di zaman ini berbagai sarana memperoleh ilmu agama sangatlah banyak dan mudah kita dapatkan. Sebagai manusia, tentu kita memiliki tujuan dalam menjalani hidup kita di dunia ini, yaitu untuk beribadah hanya kepada Allah saja, yang mana hal ini tertera dalam ayat yang sering diulang-ulang oleh para khatib di mimbar-mimbar Jum’at mereka. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. adz-Dzariyat [51]: 56)

Jumat, 10 Februari 2017

DI BALIK MARAKNYA PACARAN

Pemuda mana yang tak kenal dengan istilah pacaran?? Perilaku yang banyak dilakukan oleh para pemuda dan pemudi ini seolah menjadi hal yang mubah dan lumrah, karena telah menjadi kebiasaan yang menyebar di masyarakat. Sinetron dan film di televisi pun ramai menayangkan budaya pacaran di tengah para pemuda yang sedang mengenyam bangku sekolah ataupun kuliah. Bahkan terkadang, jika ada pemuda yang tak mau pacaran akan dinilai kuper, tidak gaul, tidak laku, dan cap-cap negatif lainnya. Kecenderungan seseorang untuk menyukai dan mencintai lawan jenis adalah hal yang wajar, namun apakah harus disalurkan dengan cara berpacaran?. Agama Islam telah mengatur bagaimana seharusnya menyikapi hal ini.

Kamis, 09 Februari 2017

MENUAI PAHALA MELIMPAH DENGAN SHALAT BERJAMAAH

Shalat jamaah merupakan syiar di antara syiar-syiar Islam yang mulia, di dalamnya nampak persatuan umat Islam dan ketundukan mereka terhadap perintah Allah subhanahu wa ta’ala. Maka di dalam shalat berjamaah semua manusia nampak sama kedudukannya sebagai hamba Allah ta'ala. Tak pandang ia seorang pejabat ataupun rakyat, kaya ataupun miskin, besar maupun kecil, semuanya bersujud di hadapan Allah Yang Maha Agung dengan merendahkan dirinya dan meletakkan anggota badannya yang paling tinggi yaitu kepalanya di atas tempat berpijaknya. Tetapi hal itu adalah merupakan sebuah kebanggaan, karena kita sujud kepada Dzat Yang Maha Perkasa, Maha Pencipta, Maha Tinggi dan Maha Kuasa atas segala sesuatu. Bukan kepada sesama makhluk yang sama sekali tidak mempunyai hak untuk diibadahi, baik itu patung, pohon, batu, bintang, jin, manusia, ataupun makhluk-makhluk lain yang dipertuhankan selain Allah 'azza wa jalla.

Rabu, 08 Februari 2017

KEUTAMAAN MEMAKMURKAN MASJID

Alangkah senangnya hati ini dan alangkah bahagianya, ketika kita melihat kaum muslimin berduyun-duyun mendatangi masjid-masjid Allah untuk memakmurkannya, dengan menunaikan ibadah shalat berjamaah dan menghadiri majelis-majelis ilmu yang ada di dalamnya. Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala menyiapkan pahala dan ganjaran yang besar bagi orang-orang yang memakmurkan rumah-rumahNya di dunia. Berikut ini adalah beberapa keutamaan berupa pahala dan ganjaran yang Allah dan Rasul-Nya janjikan bagi orang-orang yang memakmurkan masjid.

Selasa, 07 Februari 2017

JILBAB, Mahkota Terindah Untuk Wanita Muslimah

Saudari muslimah, sudahkah engkau mengenakan jilbabmu?! Seorang muslimah sejati pasti ia akan selalu berusaha menjaga syari’at yang telah Allah tetapkan baginya. Jilbab merupakan pakaian wanita yang dengannya ia dikenali sebagai seorang muslimah. Dengan jilbab ini, wanita muslimah tampil beda dari wanita-wanita non muslim. Ia adalah wanita yang mengenakan mahkota yang menjulur dari atas kepalanya sehingga menutupi auratnya. Tersimpan di dalam mahkota itu wanita yang selalu mentaati Allah ta'ala dan menjaga diri dari hal-hal yang dilarang oleh-Nya, sehingga Allah pun menjaganya. Ia adalah wanita istimewa yang mentaati Allah dan Rasul-Nya. Wanita yang berharap surga dengan bersabar dan berbahagia mengenakan jilbabnya di dunia. Semoga Allah merahmati mereka semuanya.

Senin, 06 Februari 2017

JIKA TAK MALU BERBUATLAH SESUKAMU

عَنْ أَبِيْ مَسْعُودٍ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلَامِ النُّبُوَّةِ الْأُوْلَى إِذَا لَمْ تَسْتَحْيِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ
Dari Abu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Ia berkata, “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Sesungguhnya apa yang didapat oleh manusia dari perkataan nabi yang terdahulu adalah jika kamu tidak malu, maka berbuatlah semaumu.” (HR. Bukhari 6120)
Malu adalah merupakan akhlak yang mulia. Perasaan malu bisa menghalangi manusia dari perbuatan dosa yang tercela. Malu bisa menjadikan manusia senantiasa tetap berada dalam perkara kebaikan. Malu adalah merupakan bagian dari keimanan. Malu adalah akhlak terpuji yang hendaknya senantiasa dipelihara oleh setiap muslim.

Minggu, 05 Februari 2017

DZIKIR, Ringan di Lisan, Dicintai Allah ar-Rahman

Dzikir adalah amalan yang sangat agung, begitu mudah diamalkan, berpahala sangat besar dan dicintai oleh Allah ar-Rahman. Mudah dilakukan kapan saja dan dimana saja, baik oleh orang yang sakit apalagi yang sehat. Meski demikian, begitu sedikit orang-orang yang istiqamah berdzikir dalam kesehariannya. Dzikir yang paling baik adalah dzikir yang memadukan antara lisan dan peresapan hati akan maknanya, dimana dzikir seperti inilah yang akan memberikan pengaruh yang baik pada hati, dan menimbulkan rasa pengagungan kepada Allah Ta'ala yang memiliki nama-nama yang indah dan sifat-sifat yang mulia. Ada banyak keutamaan dzikir kepada Allah 'azza wa jalla yang disebutkan dalam al-Qur’an dan hadits, berikut ini di antaranya:

Sabtu, 04 Februari 2017

KASIH SAYANG KEPADA BINATANG

Kehidupan yang aman dan tenteram merupakan hak atas setiap makhluk hidup yang Allah ciptakan di atas muka bumi ini. Meski demikian, banyak bentuk kedzaliman yang dilakukan oleh sebagian makhluk kepada sebagian yang lainnya. Termasuk di antaranya adalah kedzaliman yang dilakukan oleh manusia kepada binatang. Sesungguhnya agama Islam yang mulia ini telah mengajarkan kepada pemeluknya untuk selalu berakhlak baik dan menjauhi kedzaliman, termasuk di dalamnya adalah berkasih sayang kepada binatang.

Jumat, 03 Februari 2017

CINTAILAH KEBAIKAN UNTUKMU DAN SAUDARAMU

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
Dari anas radhiyallahu ‘anhu ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak beriman salah seorang di antara kalian (dengan keimanan yang sempurna), sehingga ia mencintai (kebaikan) untuk saudaranya sebagaimana ia mencintai (kebaikan) untuk dirinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Siapakah orangnya yang tidak menginginkan kebaikan?? Masing-masing kita pasti menginginkan kebaikan bagi diri kita sendiri, baik saat ini maupun saat yang akan datang. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah kita juga menginginkan kebaikan itu didapatkan oleh orang lain ataukah tidak?

Kamis, 02 Februari 2017

PENJELASAN SINGKAT TENTANG IMAN KEPADA MALAIKAT

Keimanan adalah hal yang wajib dimiliki bagi setiap orang yang mengaku beragama Islam. Iman adalah seperti yang dikatakan oleh para ulama di kitab-kitab akidah, yaitu meyakini dengan hati, mengucapkannya dengan lisan, diamalkan dengan anggota badan, serta iman itu bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan. Iman adalah sebagaimana disebutkan dalam hadits Jibril yang masyhur yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, yaitu iman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, Rasul-rasulNya, hari akhir dan iman kepada takdir yang baik maupun buruk. Dalam tulisan ini dibahas tentang iman kepada malaikat yang merupakan rukun iman yang kedua dalam Islam dan merupakan iman kepada yang ghaib.

Rabu, 01 Februari 2017

JAGALAH SHALATMU

Shalat adalah rukun Islam yang kedua sekaligus seutama-utama amal setelah persaksian bahwa tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah dan bahwasanya Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Menjaga shalat adalah merupakan tanda baiknya keislaman seseorang. Sebaliknya, perbuatan menyia-nyiakan shalat merupakan tanda buruknya keislaman seseorang dan lemahnya dia dalam menjalankan kewajibannya terhadap Rabbnya.
Maka alangkah sangat menyedihkannya ketika banyak dari kaum muslimin di zaman ini meremehkan shalat lima waktu. Di antara mereka ada yang asal shalat tanpa memperhatikan rukun dan syarat sahnya, di antara mereka pula ada yang menunda-nunda shalat hingga keluar dari waktunya, bahkan yang lebih parah lagi dengan tenangnya di antara mereka ada yang senantiasa meninggalkan shalat tanpa udzur sedikitpun.
Tidak takutkah mereka akan ancaman yang begitu besar menanti orang-orang yang meninggalkan shalatnya??!. Semoga melalui tulisan yang singkat ini dapat menjadi pengingat kaum muslimin akan pentingnya shalat dan bahaya menyia-nyiakannya.

Selasa, 31 Januari 2017

MENDULANG FAEDAH DARI SURAT AL-‘ASHR

Al-Qur’an adalah sebuah kitab yang agung yang Allah wahyukan kepada nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam sebagai mukjizat yang nyata bagi beliau. Ia adalah petunjuk bagi manusia. Di dalamnya terdapat 114 surat, di antaranya adalah sebuah surat yang pendek namun memiliki makna yang sangat agung. Surat inilah yang dikatakan oleh Imam Syafi’i rahimahullah:
“Kalaulah Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak menurunkan kepada makhluk-Nya kecuali surat ini, niscaya sudah mencukupi mereka.” (Al-Ushul ats-Tsalatsah hal. 2)

SYIRIK, Dosa Besar yang Paling Besar

Meng-esakan Allah dalam beribadah, inilah tauhid yang merupakan inti ajaran Islam dan dakwah seluruh Nabi dan Rasul ‘alaihimussalam. Dengan tauhid inilah dibedakan antara penduduk surga dan penduduk neraka, antara muslim dengan kafir, dan antara mukmin dengan munafik. Tauhid adalah kandungan dari syahadat laa ilaaha illallaah.

Senin, 30 Januari 2017

MEMBACA, Sarana Mudah Meraih Ilmu

Saudaraku dan saudariku yang semoga senantiasa diberi hidayah oleh Allah ta'ala, di antara nikmat-nikmat Allah yang agung adalah nikmat pengelihatan, yang dengannya kita bisa menikmati segala keindahan ciptaan Allah subhanahu wa ta'ala yang ada di muka bumi ini. Cobalah sejenak untuk memejamkan mata, lalu bayangkanlah bahwa kita menjadi orang buta yang tidak bisa melihat apa-apa, semuanya gelap tanpa cahaya, hanya bisa diterka dan diraba, niscaya saat itu juga kita akan segera mengetahui bahwa, nikmat melihat merupakan nikmat yang sangat agung yang Allah ta'ala karuniakan kepada kita.

MENGAPA KITA HIDUP DI DUNIA INI?

Kehidupan dan kematian adalah bagaikan dua sisi mata uang yang tak akan terpisahkan. Siapa pun dan apapun yang hidup di dunia ini, pasti akan merasakan kematian. Betapapun seseorang itu tak menginginkannya, baik tua ataupun muda, kecil ataupun besar, baik kaya maupun miskin, kuat maupun lemah, kematian tetap akan menjemputnya, meskipun tidak ada yang tahu kapan dan dimana seseorang itu akan mati dan bagaimana pula cara kematiannya.
Allah ta’ala berfirman:
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Maka barangsiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, sungguh ia telah beruntung. Dan kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS. Ali Imran [3]: 185)

Minggu, 29 Januari 2017

🍓 SAHABAT TERBAIKMU 🍑

🍑 Dia itu...
🍏 Jika engkau melihatnya, engkau akan teringat akhirat.
🍐 Jika engkau bertemu dengannya, engkau akan ingat surga dan neraka.
🍇 Jika engkau mendengar tegurannya, engkau akan ingat dosa-dosa dan kesalahanmu.
🍋 Jika engkau menyimak nasehatnya, engkau akan semakin takut kepada Allah ta'ala.
🍎 Bila engkau memiliki teman sepertinya...
🍈 Berbahagialah, karena dia adalah sebaik-baik teman bagimu.
🍇 Bersyukurlah, karena Allah telah mengaruniakan teman sepertinya kepadamu.
🍉 Bersabarlah menghadapi kekurangannya, karena ia juga manusia sepertimu.
🍧 Berterimakasihlah kepadanya, karena ia mau menjadi temanmu.
🍟 Dialah teman yang ingin agar dirinya tinggal di dalam surga bersamamu.
🌽 Maka ketika engkau lalai, dia akan selalu mengingatkanmu.
Saat engkau keliru, dia akan selalu menegurmu.
Tatkala engkau berbuat kesalahan, dia akan selalu menasehatimu.
Ketika engkau sedih, dia akan selalu menghiburmu.
Jika ia berbahagia, ia akan berbagi kebahagiaannya bersamamu.
Dan apabila engkau tidak tahu, maka dia akan selalu mengajarimu dan membimbingmu.
🍯 Dia adalah orang yang akan selalu mengajakmu untuk senantiasa bertakwa kepada Allah Tuhanmu.
🍊 Doakanlah dia agar Allah selalu menjaganya.
Agar dia bisa selalu ikhlas dalam tiap amal ibadahnya.
Agar dia bisa senantiasa istiqamah dalam ketaatan kepada Allah 'azza wa jalla.
Sebagaimana ada namamu yang terselip dalam doanya. Insyaalloh...
🍃 Bila engkau belum memiliki teman sepertinya, mintalah kepada Allah agar Dia mendekatkan teman yang baik sepertinya untukmu dan menghindarkan teman yang buruk darimu.
Bila engkau telah memilikinya, maka mohonlah kepada Allah agar engkau bisa selalu berteman dengannya dalam ketaatan kepada Allah Sang Pencipta.
💖 Terlebih apabila dia itu adalah pasanganmu yang sah sesuai ikatan suci yang telah engkau ucapkan saat pernikahanmu dengannya.
Ketahuilah, dialah teman sejatimu yang sebenar-benarnya.
🎯 Semoga Allah mengumpulkan kita bersama orang-orang sholih di dunia ini dan di dalam surga-Nya kelak.
Allahumma amin.
Barokallohufikum.

Abu Ibrohim Ari bin Salimin

TERUSLAH BERAMAL KEBAIKAN SEMAMPU KITA

Semua kita, sedang menuju akhir dari hidup kita. Semakin umur kita bertambah, maka ia juga semakin berkurang.
Sungguh telah berlalu orang-orang sebelum kita, satu per satu berguguran meninggalkan kita. Mereka telah mendahului kita, dan kini kita sedang menunggu giliran.
Cepat atau lambat, saat itu akan datang menghampiri kita. Itulah kematian...
Kemudian, kita akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang telah kita kerjakan di dunia ini.
Cukuplah bagi kita janji Allah berupa surga dan neraka sebagai motivasi bagi kita untuk terus beramal kebaikan dan meninggalkan keburukan, karena semua amalan itu pasti akan ada balasannya.
Allah ta'ala berfirman:
فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ. وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ.
“Barangsiapa mengerjakan kebaikan meskipun sangat sedikit sekali, ia pasti akan melihat balasannya. Dan barangsiapa mengerjakan keburukan meski sangat sedikit sekali, ia juga pasti akan melihat balasannya.” (QS. az-Zalzalah [99]: 7-8)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
يُؤْتَى بِأَنْعَمِ أَهْلِ الدُّنْيَا مِنْ أَهْلِ النَّارِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَيُصْبَغُ فِيْ النَّارِ صَبْغَةً ثُمَّ يُقَالُ: يَا ابْنَ آدَمَ هَلْ رَأَيْتَ خَيْرًا قَطُّ، هَلْ مَرَّ بِكَ نَعِيمٌ قَطُّ؟ فَيَقُولُ: لاَ وَاللَّهِ يَا رَبِّ. وَيُؤْتَى بِأَشَدِّ النَّاسِ بُؤْسًا فِيْ الدُّنْيَا مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيُصْبَغُ صَبْغَةً فِيْ الْجَنَّةِ، فَيُقَالُ لَهُ: يَا ابْنَ آدَمَ هَلْ رَأَيْتَ بُؤْسًا قَطُّ، هَلْ مَرَّ بِكَ شِدَّةٌ قَطُّ؟ فَيَقُولُ: لاَ وَاللَّهِ يَا رَبِّ مَا مَرَّ بِيْ بُؤُسٌ قَطُّ وَلاَ رَأَيْتُ شِدَّةً قَطُّ.
Pada hari kiamat nanti akan didatangkan orang yang paling banyak merasakan kenikmatan dunia dari kalangan penghuni neraka, kemudian orang itu dicelupkan ke dalam neraka Jahannam dengan sekali celup, lalu ia ditanya, ‘Wahai anak adam, pernahkah engkau merasakan kebaikan meski hanya sedikit sekali, pernahkah engkau merasakan kenikmatan meski hanya sekejap saja?’, ‘Tidak demi Allah wahai Rabbku’ jawabnya. Dan pada hari kiamat nanti juga akan didatangkan orang yang paling banyak merasakan kesengsaraan dunia dari kalangan penghuni surga, kemudian orang itu dicelupkan ke dalam surga dengan sekali celup, lalu ia ditanya, ‘Wahai anak adam, pernahkah engkau merasakan penderitaan meski hanya sedikit sekali, pernahkah engkau merasakan kesengsaraan meski hanya sekejap saja?’, ‘Tidak demi Allah wahai Rabbku, aku tidak pernah merasakan kesengsaraan dan penderitaan sedikitpun’ jawabnya.” (HR. Muslim 2807)
Lihatlah, betapa dahsyatnya neraka dan siksaannya itu, sehingga orang yang paling bahagia di dunia pun lupa dengan kebahagiaannya.
Dan lihatlah pula, betapa agungnya surga dan kenikmatannya, sehingga orang yang paling menderita di dunia pun lupa dengan penderitaannya.
Padahal orang tadi hanya sekejap saja memasukinya.
Maka manakah yang kita pilih? Jalan menuju surga ataukah neraka? Hendaknya kita melihat kepada amalan kita masing-masing selama ini.
Sebagai manusia kita banyak berbuat dosa, maka teruslah memperbaiki diri, memperbaiki iman dan ketakwaan kita.
Belum ada kata terlambat untuk bertaubat, selama nyawa belum sampai di kerongkongan.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk penduduk surgaNya. Aamiin.

Abu Ibrohim Ari bin Salimin

SELANGKAH LEBIH MAJU MERAIH SURGA

Saudaraku, saudariku...
Ketahuilah...
Jalan menuju surga adalah jalan yang beraaat.
Ia adalah jalan yang ditempuh oleh:
Orang-orang yang rajin berdiri shalat malam di kala yang lainnya tidur pulas.
Orang-orang yang menghabiskan hartanya berjuta-juta dan bermilyar-milyar untuk bersedekah.
Orang-orang yang berjihad hingga rela kepalanya melayang di jalan Alloh.
Orang-orang yang selalu bersabaar menghadapi berbagai cobaan yang menimpa mereka; berupa musibah, bencana, penyiksaan, kesengsaraan, penderitaan, kelaparan, hilangnya harta, keluarga, kehormatan, dan ujian-ujian kehidupan lainnya.
Mereka semua berharap surga.
Namun tahukah engkau wahai saudara dan saudariku??
Bahwa Alloh subhanahu wa ta'ala melebihkan sebagian hamba atas sebagian yang lainnya dengan diberi kemudahan dalam meraih surga.
Siapakah mereka?
Mereka adalah para penuntut ilmu agama Islam.
Yaitu orang-orang yang tidak rela dengan ketidaktahuannya dan kebodohannya.
Mereka yang berusaha mengetahui bagaimana menghambakan diri kepada Alloh dengan benar sesuai yang diperintahkan oleh-Nya dan dijelaskan oleh rasul-Nya.
Mereka yang berusaha memahami agama Islam ini dan mengamalkannya sesuai dengan teladan dari Rasululloh shallallohu 'alaihi wasallam dan para sahabatnya rhadiyallahu 'anhum.
Mereka inilah yang selangkah lebih maju menuju surga dari selainnya yang enggan menuntut ilmu agamanya dan enggan menghilangkan kebodohannya.
Untuk mereka inilah keistimewaan yang dijelaskan oleh rasululloh shollallohu 'alaihi wasallam dalam sabdanya:
مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الجَنَّةِ
"Barangsiapa menempuh perjalanan dalam rangka menuntut ilmu agama Islam, Alloh akan memudahkan baginya jalan menuju surga." (HR Muslim)
Maka wahai saudara-saudariku, tidakkah engkau ingin dimudahkan menuju surgamu??
Bangkitlah!!!
Pahamilah agamamu. Jangan engkau ridha dengan ketidaktahuanmu.
Semoga Alloh memudahkanmu dalam meraih dan mengamalkan ilmumu. Semoga Alloh memudahkanmu meraih surgamu.


Abu Ibrohim Ari bin Salimin