Sabtu, 14 Juli 2018

KAKIMU AURATMU


Alhamdulillah, kini kita dapati semakin banyak saudari-saudari kita yang sadar untuk menutup auratnya saat keluar rumah atau saat ada yang bukan mahramnya, bahkan semakin bertambah pula muslimah-muslimah yang mengenakan cadar.
Namun terkadang, kita dapati wanita muslimah yang berhijab, ada yang tidak menutupi kakinya yang bagian bawah atau tidak memakai kaos kaki, padahal kaki bagian bawah juga termasuk aurat yang harus ditutupi. Mereka pun beralasan:
"Ah.. kan cuma di depan rumah, kan cuma sebentar, kan gak ada yang lihat..."
Saudariku, semoga Allah menjagamu dan memudahkan urusanmu. Seorang muslim dan muslimah dituntut untuk selalu bertakwa sesuai kemampuannya. Sebagai manusia, setiap kita pasti tahu akan kemampuannya masing-masing.

Rabu, 11 Juli 2018

DI BALIK NASEHAT MEREKA


Mungkin terkadang kita merasa risih, ketika sering mendapat nasehat dari orang yang paham agama atau orang yang peduli dengan agamanya, agar kita selalu bertakwa, selalu mentaati Allah dan menjauhi larangan-Nya. Entah itu orang tua, saudara, kerabat, ustadz, teman atau bahkan dari orang yang belum begitu kita kenal. Bahkan mungkin kita tak malu-malu memprotes dan mendebatnya.
Disuruh inilah, diajak itulah...
Gak boleh ini lah, gak boleh itu lah...
Sehingga kita pun bermuka masam.
Namun ingatlah, di sisi lain kita mesti sadar, bahwa mereka melakukan hal itu adalah karena mereka peduli dengan kita, peduli dengan keselamatan kita, di dunia maupun di akhirat.

Kamis, 21 Juni 2018

WAHAI SUAMI, ENGKAULAH PENANGGUNG JAWAB


Saudara-saudaraku, ketahuilah bahwa seorang suami yang tidak mau mempelajari dan mengamalkan agamanya berarti ia menjerumuskan dirinya dan keluarganya ke dalam api Neraka. Karena Allah subhanahu wata'ala telah berfirman:
يا أَيُّهَا الَّذينَ آمَنوا قوا أَنفُسَكُم وَأَهليكُم نارًا
Wahai orang-orang yang beriman jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka.” (QS. at-Tahrim [66]: 6)
Bagaimana pula seorang suami bisa menjaga diri dan keluarganya dari api neraka jika ia tidak peduli dengan agama dirinya dan keluarganya, sedangkan tidak ada keselamatan kecuali dengan mengamalkan Islam?!
Bagaimana ia membimbing anak istrinya menuju surga, sedangkan ia tidak paham jalan menuju surga dan jalan-jalan menuju neraka?!

Senin, 18 Juni 2018

APA KAMU TIDAK TAKUT?


Saudaraku...
Saudariku...
Yang tenggelam dalam lumpur kemaksiatan...
Sekarang mungkin tak ada yang memaksamu untuk shalat, puasa, melaksanakan ketaatan dan meninggalkan kemaksiatan.
Sehingga engkau pun leluasa melalaikan dan meninggalkan kewajiban Allah yang telah Dia tetapkan, serta engkau pun merasa bebas melakukan kemaksiatan...
Namun bagaimana menurutmu, jika kelak engkau DIPAKSA masuk ke dalam NERAKA yang menyala-nyala, mampukah engkau menolaknya??!
Maka saudara dan saudariku yang masih betah berada dalam dosa-dosa besar dan meninggalkan berbagai macam kewajiban agama Islam, takutlah kepada Allah. Ingatlah ancaman yang begitu mengerikan bagi orang-orang yang durhaka kepada Allah Sang Penguasa hari pembalasan.
Tubuh kita pasti tak akan mampu menahan pedihnya siksa api Neraka yang teramat dahsyat.

Sabtu, 16 Juni 2018

GODAAN TERBESAR BAGI LAKI-LAKI


عَنْ أُسَامَةَ بْنِ زَيْدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ
Dari Usamah bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma, dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Tidaklah aku meninggalkan setelahku nanti, sebuah ujian yang lebih berbahaya bagi laki-laki melebihi godaan wanita.” (HR. Bukhari 5096 dan Muslim 2740)
Hadits ini menunjukkan kepada kita akan besarnya fitnah (ujian) wanita. Bahkan ia adalah sebesar-besar godaan bagi laki-laki yang bisa membuatnya lalai dari agamanya.

Kamis, 14 Juni 2018

DUA GOLONGAN MANUSIA SEUSAI RAMADHAN


Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
            Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, kepada keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikuti beliau hingga akhir zaman.
Kaum muslimin dan Muslimah yang semoga senantiasa dirahmati oleh Allah ta'ala.
            Pada hari ini, kita telah berada di bulan Syawwal, satu Syawwal. Hari ini adalah hari raya kita. Ya, hari raya Idul Fitri. Kaum muslimin pun bergembira di hari ini. Bergembira karena apa? Karena kita telah mendapat kesempatan dan karunia yang besar bisa bertemu dengan bulan Ramadhan hingga selesai. Bulan Ramadhan adalah bulan yang mulia, bulan penuh berkah, banyak keutamaan lagi ampunan dan pahala ada di sana.

Sabtu, 09 Juni 2018

MASIH ADA KESEMPATAN MERAIH AMPUNAN


Saudara saudariku kaum muslimin dan muslimat, yang semoga senantiasa dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta'ala.
Telah datang bulan Ramadhan yang mulia lagi penuh keberkahan kepada kita. Bulan yang di dalamnya terdapat berbagai macam keutaman yang sangat amat besar. Ia hanya datang satu kali dalam setahun. Tak heran jika kedatangannya disambut sangat gembira oleh kaum muslimin. Bahkan orang-orang yang beriman dan orang-orang shalih mereka berlomba-lomba dalam ibadah mereka guna meraih ampunan dan pahala yang besar di bulan ini. Bagaimana tidak, sedangkan rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda:
إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ
“Apabila bulan Ramadhan telah tiba, maka pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup, dan setan pun dibelenggu.” (HR. Bukhari 1898 dan Muslim 1079)

Kamis, 07 Juni 2018

PERHIASAN DUNIA TERINDAH


عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَا الْمَرْأَةُ الصَّالِحَةُ
Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim 3716)
Dunia hanyalah sebuah perhiasan, bukan sesuatu yang pokok. Maka tak perlu bagi seorang hamba untuk terlalu larut mengejar dunia. Namun di antara perhiasan itu ada sesuatu yang paling baik, yaitu wanita shalihah. Maka merupakan sebuah kebahagiaan yang agung apabila seorang laki-laki bisa meraih sebaik-baik perhiasan ini dalam ikatan pernikahan.

Senin, 04 Juni 2018

UTAMAKAN AGAMANYA


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ: لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Wanita itu dinikahi karena empat sebab; karena hartanya, nasabnya, kecantikannya, dan agamanya. Maka utamakanlah agamanya niscaya engkau akan beruntung.” (HR. Bukhari 5090 dan Muslim 1466)
Sesungguhnya pernikahan adalah salah satu bagian yang mulia dari kehidupan seorang muslim. Betapa tidak, Allah subhanahu wa ta'ala telah menyebutnya sebagai perjanjian yang kuat dalam al-Qur’an.
وَأَخَذْنَ مِنْكُمْ مِيثَاقًا غَلِيظًا
Dan mereka (isteri-isterimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat.” (QS. an-Nisa’ [4]: 21)

Jumat, 01 Juni 2018

MENDIDIK DENGAN AKHLAK

Terkadang -atau bahkan lebih sering- mendidik dengan contoh akhlak itu lebih mengena daripada dengan kata-kata.
Terkadang -atau bahkan lebih sering- mendidik dengan contoh akhlak itu lebih mengena daripada dengan kata-kata.
Seorang anak yang selalu melihat bapaknya rajin ke masjid, rajin baca Qur’an, rajin ibadah... Tentu berbeda dengan seorang anak yang tiap hari melihat bapaknya rajin nonton televisi, jarang ke masjid, jarang baca qur'an, sering merokok, jarang ibadah... Berbeda!!
Seorang anak yang selalu melihat ibunya rajin baca Qur’an, rajin shalat, taat pada suami, tutur katanya lembut padanya, selalu menjaga aurat, rajin ibadah... Tentu berbeda dengan seorang anak yang hampir tiap hari melihat ibunya rajin nonton sinetron, suka dandan dan tanpa berjilbab ketika keluar rumah, sering teriak-teriak di depan suami, sering marah-marah, kurang rajin beribadah.... Berbeda!!

Minggu, 27 Mei 2018

MAAFKANLAH DIA


Saudari-saudariku… maafkanlah suamimu, bila dia seringkali tak mengerti keadaan perasaan hatimu dan bahasa isyaratmu, karena mereka bukanlah orang-orang yang perasa sebagaimana dirimu.
Tak jarang, mereka membutuhkan ungkapan kata-katamu untuk bisa memahamimu…
Membutuhkan ucapan lisanmu untuk bisa mengerti isi hatimu…
Tapi ketahuilah wahai saudariku, bahwa dibalik itu -insyaallah- mereka meyimpan perasaan simpati dan perhatian yang lebih besar yang mungkin sebelumnya tak kau duga.
Berbaik sangkalah kepadanya, dia adalah suamimu.

Jumat, 25 Mei 2018

BERHATI-HATILAH


Hendaknya seorang suami/istri janganlah merasa bahwa dirinyalah yang paling dibutuhkan oleh pasangannya, yang bisa menimbulkan rasa gengsi dalam dirinya, sehingga setan akan dengan mudah menggodanya dan melahirkan sifat sombong dalam dirinya.
Akhirnya dia merendahkan pasangannya dan melupakan semua kebaikannya.
Tentunya hal ini menyebabkan keguncangan dalam rumah tangganya dan bahkan bisa sampai meruntuhkannya.
Tetapi bersikaplah sebaliknya; seorang suami/istri merasa dialah yang lebih membutuhkan pasangannya sesuai kedudukannya sebagai seorang suami/istri, sehingga akan selalu ada rasa cinta dan kasih sayang dalam rumah tangganya, saling membutuhkan dan saling merindukan.

Rabu, 23 Mei 2018

HADITS KE 08: MENGUAP ADALAH DARI SETAN


عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: (( التَّثَاؤُبُ مِنَ الشَّيْطَانِ، فَإِذَا تَثَاءَبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَرُدَّهُ مَا اسْتَطَاعَ ))
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Menguap adalah dari setan, oleh karena itu apabila kalian menguap maka tolaklah semampunya.” (HR. Bukhari 3289 dan Muslim 2994)
Pernahkah anda melihat atau membayangkan seseorang yang sedang berbicara di hadapan orang-orang, tapi tiba-tiba ia membuka mulutnya selebar-lebarnya tanpa menutupnya, sehingga seolah-olah ia akan menyedot semua yang ada di hadapannya?! Belum lagi jika ditambah suara khas orang menguap yang keluar dari mulutnya: “Haaah”. Tentunya ini bukanlah pemandangan yang indah bukan?! Justru sebaliknya, kita pasti merasa risih dan tidak enak jika melihatnya.

Minggu, 20 Mei 2018

BERSYUKURLAH DAN DOAKANLAH MEREKA


BISA JADI, keberhasilanmu saat ini, kemudahanmu dalam urusanmu, kesuksesanmu dalam usahamu, kesembuhanmu dari penyakit yang menimpamu, kesenanganmu, kebahagiaanmu….
ADALAH karena Allah mengabulkan doa-doa yang dipanjatkan oleh orang-orang yang peduli kepadamu, peduli pada kebaikanmu; dari orang tuamu, kerabat-kerabatmu, suami/istrimu, teman-temanmu, ataupun saudara-saudaramu kaum muslimin yang bahkan bisa jadi engkau sendiri tidak tahu siapa dia.
MAKA bersyukurlah kepada Allah engkau memiliki mereka, doakanlah kebaikan untuk mereka, doakanlah orang-orang yang telah berbuat baik kepadamu siapapun mereka.

Minggu, 13 Mei 2018

ANTARA AMPUNAN ALLAH DAN SIKSANYA


Allah memang Maha Pengampun, tapi bukan berarti kemudian kita bermudah-mudahan dalam berbuat dosa karena mengandalkan ampunan Allah. Hingga terkadang, ketika ada seseorang yang berbuat maksiat kemudian diingatkan, ia malah berkata: “Tidak mengapa, Allah kan Maha Pengampun!”
Ketahuilah! Ini merupakan tipu daya setan.
Ya, benar. Allah memang Maha Pengampun, namun ingat! Allah juga amat keras siksaan-Nya.
Siapa pula yang dapat menjamin bahwa dosa-dosa kita diampuni dan kita terbebas dari siksa-Nya?!

Jumat, 11 Mei 2018

ORANG-ORANG YANG PEDULI PADAMU


Saudara dan saudariku, ingatlah bahwa hidup ini adalah kehidupan yang singkat dan fana. Berapapun lamanya seseorang hidup di dunia, ia pasti akan mati juga. Tinggallah ia setelah itu di kehidupan yang sebenarnya, yaitu kehidupan akhirat yang tak ada ujungnya. Hidup ini adalah ujian menuju surga. Maka seorang manusia haruslah ia mengikuti aturan dari Sang Pencipta, agar ia bisa selamat di kehidupan dunia dan di kehidupan setelahnya.
Meski demikian, begitu banyak manusia lalai akan aturan Allah Sang Pencipta, lalai dari kehidupan akhirat yang kekal abadi selama-lamanya. Hingga Allah pun berfirman:
أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ
Bermegah-megahan telah melalaikan kamu, hingga kamu masuk ke dalam kubur.” (QS. at-Takatsur [102]: 1-2)

Selasa, 08 Mei 2018

HADITS KE 07: KEUTAMAAN HAJI DAN UMRAH


عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: (( الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا وَالْحَجُّ الْمَبْرُوْرُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ ))
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Umrah yang satu ke umrah berikutnya merupakan penebus kesalahan di antara keduanya, dan haji mabrur itu tidak ada balasan baginya kecuali surga.” (HR. Bukhari 1773 dan Muslim 1349)
Haji dan umrah adalah merupakan ibadah mulia yang tidak setiap muslim Allah berikan kemampuan untuk melaksanakannya. Bahkan haji adalah salah satu di antara rukun Islam yang lima. Berbahagialah orang-orang yang dikaruniai kemampuan untuk melaksanakannya, karena ada pahala yang besar di sana.

Senin, 16 April 2018

DI ANTARA NIKMAT ALLAH TA'ALA


Saat kita membaca tulisan ini, berarti kita sedang merasakan nikmat Allah yang amat besar.
Apakah itu?
Mata.
Cobalah renungkan nikmat yang begitu besar ini, begitu banyak sekali manfaat yang kita dapatkan dan rasakan bukan…?!
Kemudian bayangkanlah jika Allah tidak memberikan nikmat ini kepada kita, atau Dia mencabut nikmat ini dari kita seketika, pasti begitu banyak kesusahan yang akan kita rasakan bukan??
Pertanyaan lain, pernahkah kita meminta kepada Allah nikmat mata ini?

Minggu, 08 April 2018

ADUKANLAH KEPADA-NYA

Mungkin saat ini engkau sedang bersedih, mungkin saat ini engkau menangis…
Tak perlu berlarut-larut dalam kesedihan, engkau punya Rabb yang selalu mendengar apa yang engkau ungkapkan.
Adukanlah kepada-Nya, mintalah petunjuk dan solusi kepada-Nya.
Berbaik sangkalah kepada-Nya, Ia pasti memberimu yang terbaik, jika tidak di dunia maka di akhirat kelak, atau bahkan kedua-duanya.
Allah yang lebih mengetahui apa yang terbaik untuk kita, sedangkan kita tidak tahu.
Semua yang menimpa kita pasti ada hikmahnya.
Pandai-pandailah mengambil pelajaran.

Senin, 19 Maret 2018

MENGAPA UCAPAN SALAF LEBIH BERMANFAAT?


قِيْلَ لِحَمْدُوْنَ بْنِ أَحْمَدَ: مَا بَالُ كَلَامُ السَّلَفِ أَنْفَعُ مِنْ كَلَامِنَا؟ قَالَ: لِأَنَّهُمْ تَكَلَّمُوْا لِعِزِّ الإِسْلَامِ وَنَجَاةِ النُّفُوْسِ وَرِضَى الرَّحْمَنِ، وَنَحْنُ نَتَكَلَّمُ لِعِزِّ النُّفُوْسِ وَطَلَبِ الدُّنْيَا وَرِضَا الخَلْقِ
Pernah dikatakan kepada Hamdun bin Ahmad rahimahullah: “Mengapa ucapan Salaf lebih bermanfaat dibanding ucapan kita?” Ia menjawab: “Karena mereka berkata untuk kemuliaan Islam, keselamatan jiwa, dan ridha ar-Rahman, sedangkan kita berkata untuk kemuliaan diri sendiri, mencari dunia, dan mencari ridha manusia.”

Selasa, 06 Maret 2018

MALU ADALAH BAGIAN DARI IMAN


عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضي الله عنه عَنِ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: الإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ شُعْبَةً وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الإِيمَانِ
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Iman itu tujuh puluhan cabang, dan malu adalah salah satu cabang dari keimanan.” (HR. Muslim 35)
Hadits ini menjelaskan tentang keimanan, dimana keimanan itu seperti pohon yang memiliki pokok dan cabang, seperti yang Allah sebutkan dalam firman-Nya:
أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ
Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit.” (QS. Ibrahim [14]: 24)

Senin, 12 Februari 2018

SAYANGILAH ISTRIMU

Saudara-saudaraku para suami,
Sayangilah istrimu, sungguh dia telah berlelah dan berletih dalam menjalani kehidupannya bersamamu untuk mendampingimu.
Lihatlah kesetiaannya di saat-saat yang telah engkau lalui bersamanya selama ini.
Pelayanannya saat kau sehat, perhatiannya saat kau sakit, kasih sayangnya saat kau dekat, dan kekhawatirannya saat kau jauh.
Ingatlah keteguhannya saat-saat melewati masa-masa yang sulit bersamamu.
Sungguh ia telah meninggalkan orang tua dan keluarganya yang ia sayangi untuk berharap bisa hidup bahagia bersamamu.
Ia rela mengurus tempat tinggalmu, membersihkan dan mengepel lantainya, menyapu halamannya, merapihkan isinya, dan memperindah kamarmu untukmu.
Dialah juga yang mencucikan pakaianmu, menyetrika bajumu, memasak dan menyiapkan makanan untukmu, serta selalu mengupayakan kebahagiaan bagimu.

Kamis, 01 Februari 2018

HARGAILAH SUAMIMU

Saudari-saudariku para istri,
Hargailah setiap jerih payah suamimu, sungguh engkau tak tahu apa yang ia hadapi di luar sana, apa yang ia temui, dan apa yang ia alami.
Ia telah berjuang memeras keringat mencari nafkah untukmu, untuk kebahagiaanmu.
Lihatlah wajah lelahnya saat tidurnya di malam hari.
Raut letihnya yang menyimpan banyak cerita dan memori.
Pikirannya yang terkuras oleh urusannya di sana sini.
Badannya yang capek menahan beban sepanjang hari.
Tataplah ia...
Sungguh ia mengemban tanggung jawab yang besar atasmu di dunia dan akhirat sana.

Minggu, 28 Januari 2018

ANUGRAH DAN UJIAN DALAM PENGAJARAN

Guru memiliki peran yang sangat besar dalam penyebaran ilmu dan dalam penjagaan manusia di atas kemuliaan beribadah hanya kepada Allah ta'ala saja.
Maka benar saja ketika ada yang mengatakan bahwa tanpa guru, maka manusia akan sama seperti binatang.
Seorang guru -dengan karunia Allah- bisa merubah sebuah umat yang hina menjadi mulia, mengangkat kedudukan sebuah masyarakat yang tertinggal menjadi maju terhormat dan bermartabat.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam Sebagai Teladan
Cukuplah bagi kita sebuah contoh dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang menjadi guru bagi  manusia. Lihatlah bagaimana para sahabat beliau radhiyallahu 'anhum menjadi umat yang mulia dan mampu menguasai dunia dari Timur hingga baratnya. Mereka adalah murid-murid didikan langsung Rasullullah shallallahu 'alaihi wa sallam.

Jumat, 26 Januari 2018

SIAP BERTANGGUNG JAWAB

Bismillah,
Cukuplah bagi kita sebagai pengingat, bahwa kita akan ditanya tentang semua yang kita ucapkan, kita tulis, kita sebarkan, dan yang kita lakukan.
Pertimbangkanlah resiko yang akan kita dapatkan di akhirat kelak, sebelum kita berkomentar, menjawab pertanyaan, menyebarkan tulisan, dan berbuat sesuatu.
Terlebih, ini adalah media sosial.
Allah subhanahu wa ta'ala telah berfirman:
إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
(Ingatlah) ketika dua malaikat mencatat (perbuatannya), yang satu duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tidak ada satu ucapanpun yang dikatakannya kecuali di sisinya ada malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat).” (QS. Qaaf [50]: 17-18)
Ketika saya menulis ini, bukanlah berarti saya adalah orang yang terbaik, namun ini adalah sebagai bentuk saling mengingatkan.
Semoga Allah memudahkan urusan kita di dunia dan di akhirat. Allahumma aamiin.
Barakallahufikum.
--------
Abu Ibrohim Ari bin Salimin

Selasa, 23 Januari 2018

UCAPKANLAH “INSYAALLOH”

Biasakanlah mengucapkan “insyaalloh”, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang meskipun hanya beberapa saat saja.
Ketika kita mengucapkan “insyaalloh”, maka itu termasuk bentuk ungkapan kita yang menunjukkan bahwa kita menyerahkan utusan kita kepada Allah dan meminta pertolongan kepada-Nya agar terlaksana dengan baik.
Karena kehendak kita itu mengikuti kehendaknya Allah, sebagaimana Firman-Nya:
وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ
Dan kamu tidak dapat menghendaki (menempuh jalan itu) kecuali apabila dikehendaki Allah.” (QS. at-Takwir [81]: 29)

Sabtu, 20 Januari 2018

MENGAPA MASIH MENINGGALKAN SHALAT?

Saudaraku yang masih meninggalkan shalat…
Apakah yang membuatmu merasa berat untuk melakukan shalat?
Beratkah engkau melangkahkan kakimu menuju rumah Allah?
Bukankah engkau mendengar adzan dan iqamah lima kali setiap hari?
Tidak cukupkah itu sebagai pengingat bagimu bahwa kewajibanmu telah tiba?
Bukankah engkau tahu siapa yang telah menyuruhmu mengerjakan shalat?
Dialah Allah ta'ala yang amat kuasa mencabut segala kenikmatan yang ada padamu dalam sekejap.
Bukankah Allah yang telah membuatmu bisa mendengar? membuatmu bisa melihat? membuat kakimu bisa berjalan? Mengapa engkau tidak menggunakannya untuk mengerjakan shalat menyambut seruan-Nya?

Rabu, 17 Januari 2018

DOAKANLAH KEBAIKAN UNTUK PEMIMPIN KITA

Kepemimpinan adalah tugas dan tanggungjawab yang berat, resikonya dunia akhirat. Namun begitu banyak orang dengan mudahnya mencela dan mengkritik pemimpinnya di berbagai pembicaraan dan tempat-tempat umum.
Padahal yang namanya celaan itu biasanya tidak memperbaiki suatu keadaan, bahkan justru bisa memperkeruh dan menambah buruk suatu permasalahan.
Kalau saja celaan itu diganti dengan doa kebaikan untuk sang pemimpin, maka tentulah insyaallah akan berbuah kebaikan.
Salah seorang ulama yang bernama al-Fudhail bin Iyadh rahimahullah berkata:

Minggu, 14 Januari 2018

ORANG TERBAIK YANG KITA MILIKI


Perpisahan mengajari kita manisnya pertemuan.
Pertemuan mengajari kita indahnya kebersamaan.
Maka manfaatkanlah kebersamaan kita dengan orang-orang yang kita cintai dengan baik.
Sedangkan manfaat yang paling bermanfaat adalah saling mengingatkan tentang masalah akhirat, tentang betapa singkatnya dunia ini, tentang betapa panjangnya perjalanan yang akan dilalui setelah kematian.
Maka pengingat yang paling bermanfaat adalah pengingat tentang betapa pentingnya bekal menuju akhirat, sedangkan bekal yang paling baik dan terbaik menuju akhirat adalah bekal takwa.
Allah subhanahu wa ta'ala telah berfirman:
وَتَزَوَّدُوْا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى
Dan berbekallah, dan sebaik-baik bekal adalah takwa.” (QS. al-Baqarah [2]: 197)

Minggu, 24 Desember 2017

HATI-HATILAH DENGAN AMANAH

Allah subhanahu wata'ala berfirman:
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا
Sesungguhnya Allah memerintahkan kalian untuk menunaikan amanah kepada pemiliknya.” (QS. an-Nisa [4]: 58)
Setiap orang memiliki amanah yang harus ia emban, dan setiap amanah akan dimintai pertanggungjawaban kelak di akhirat. Maka hendaknya kita berhati-hati dalam memegang amanah dan berusaha untuk menunaikannya semampunya dan sebaik-baiknya, sehingga semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita atas apa yang terluput darinya.
Karena dengan semakin banyaknya  amanah yang diemban, maka akan semakin banyak kemungkinan terjatuh kepada kedzaliman.