Rabu, 26 April 2017

HADITS KEUTAMAAN MEMBACA SURAT AL-IKHLAS 10 KALI

Bismillah, Segala puji bagi Allah, semoga shalawat dan salam senantiasa terlimpah kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, kepada keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik.
Ada sebuah riwayat tentang keutamaan surat al-Ikhlas berikut ini:
حَدَّثَنَا حَسَنٌ، حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ، قَالَ: وَحَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ غَيْلَانَ، حَدَّثَنَا رِشْدِينُ، حَدَّثَنَا زَبَّانُ بْنُ فَائِدٍ الْحمْرَاوِيُّ، عَنْ سَهْلِ بْنِ مُعَاذِ بْنِ أَنَسٍ الْجُهَنِيِّ، عَنْ أَبِيهِ مُعَاذِ بْنِ أَنَسٍ الْجُهَنِيِّ صَاحِبِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ قَرَأَ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ حَتَّى يَخْتِمَهَا عَشْرَ مَرَّاتٍ بَنَى اللَّهُ لَهُ قَصْرًا فِي الْجَنَّةِ فَقَالَ عُمَرُ بْنُ الْخَطَّابِ إِذَنْ أَسْتَكْثِرَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُ أَكْثَرُ وَأَطْيَبُ
Telah menceritakan kepada kami Hasan, menceritakan kepada kami Ibnu Lahi’ah, ia berkata… dan menceritakan kepada kami Yahya bin Ghailan, menceritakan kepada kami Risydin, menceritakan kepada kami Zabban bin Fa`id al-Himrawi, dari Sahl bin Mu’adz bin Anas al-Juhani, dari bapaknya, Muadz bin Anas al-Juhani seorang sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Siapa yang membaca ‘qul huwallahu ahad’ sampai selesai sebanyak sepuluh kali, maka Allah akan membangunkan baginya istana di surga.” Umar bin Khaththab radhiyallahu 'anhu berkata: “Kalau begitu kita memperbanyak istana wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Allah lebih banyak dan lebih baik.”

Senin, 17 April 2017

TIGA PERTANYAAN ALAM KUBUR

Telah menjadi keyakinan yang tetap dalam al-Qur’an dan Sunnah bahwa setelah manusia meninggal dunia maka akan ditanya tentang tiga perkara; yaitu tentang siapa Rabb-mu (Tuhanmu), siapa Nabimu dan apa agamamu. Tulisan ini membahas dengan singkat jawaban dari tiga pertanyaan di alam kubur, yaitu tentang Allah subhanahu wa ta'ala, tentang Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam dan tentang agama Islam. Kita berusaha untuk mengenali dan mempelajari jawabannya agar kita bisa mengamalkannya, sehingga semoga kita termasuk orang-orang yang bisa menjawab pertanyaan malaikat di alam kubur nanti dan diselamatkan dari siksa kubur yang mengerikan. Allahumma aamiin.
Mengenal Allah subhanahu wa ta'ala
Siapakah Rabbmu? Inilah pertanyaan pertama yang ditanyakan di alam kubur. Seorang manusia dengan fitrah dan akalnya akan mengenali bahwa alam ini tidak ada dengan sendirinya, akan tetapi ia meyakini bahwa alam ini ada yang menciptakannya. Karena fitrah dan akalnya mengatakan bahwa tidak mungkin sesuatu yang tidak ada menciptakan dirinya sendiri dengan begitu teratur. Maka sebuah keyakinan yang tidak dapat ditolak bahwa alam ini memiliki pencipta. Dialah Allah subhanahu wa ta'ala, Dia adalah Rabb kita, Dia adalah Penguasa alam semesta, Penciptanya, Pemeliharanya dan Pengaturnya.

Jumat, 14 April 2017

JUJURLAH DALAM MENCARI HIDAYAH

Saudara dan saudariku kaum muslimin dan muslimat...
Jujurlah dalam mencari hidayah.
Hidayah adalah engkau mengetahui kebenaran kemudian engkau diberi taufik oleh Allah untuk mengamalkannya.
Ikutilah orang-orang yang telah mendapatkan hidayah dan telah diridhai oleh Allah ta'ala. Mereka adalah para sahabat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.
Allah ta'ala telah berfirman tentang para sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik:
وَالسَّابِقُونَ الْأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُمْ بِإِحْسَانٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الْأَنْهَارُ
"Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama masuk Islam dari golongan sahabat Muhajirin dan Anshar serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah. Dan Allah menyiapkan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai." (QS. at-Taubah [9]: 100)

Minggu, 09 April 2017

HARUSKAH ENGKAU LAMPIASKAN AMARAHMU?

Marah merupakan salah satu tabiat manusia yang dibawa sejak lahir. Ketika seorang manusia merasa terganggu atau tersakiti, hatinya merasa ingin membalas dan berontak, yang kemudian diekspresikan oleh wajahnya, dan ia ingin melampiaskan isi hatinya itu dengan lisan ataupun anggota badannya. Kurang lebih demikianlah yang kita rasakan sebagai seorang manusia ketika marah.
Marah yang tidak dikendalikan dengan baik ketika muncul akan mengarah kepada keburukan dan bahkan kerusakan. Oleh karena itu sebagai seorang muslim, hendaknya kita memahami bagaimanakah sikap kita ketika marah agar tidak menjadi dosa dan keburukan atau bahkan kebinasaan.
Marah Adalah Sifat yang Harus Diwaspadai
Ja’far bin Muhammad rahimahullah berkata: “Marah adalah kunci dari segala keburukan.” Dan pernah dikatakan kepada Ibnul Mubarak rahimahullah: “Jadikanlah untuk kami akhlak yang baik dalam satu kata!” Maka beliau menjawab: “Meninggalkan marah.” (Jami’ul Ulum wal Hikam 363)

Jumat, 07 April 2017

HADITS KE 03: MENJAUHI PRASANGKA BURUK

Di antara ajaran Islam dalam bermuamalah dengan manusia adalah agar selalu berprasangka baik kepada orang lain. Hal ini termasuk akhlak yang mulia, karena dengan kita berprasangka baik kepada orang lain, maka kita akan menjaga diri dari mencari-cari keburukan dan kesalahannya, juga menjaga diri dari membicarakan aibnya, serta tidak menuduhnya dengan tuduhan dusta. Sehingga akan memberikan efek ketenangan dan keamanan bagi hati serta menghindarkan timbulnya kebencian.
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيْثِ
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jauhilah prasangka buruk, karena prasangka buruk adalah sedusta-dustanya perkataan.” (HR. Bukhari 5143 dan Muslim 2563)

Selasa, 28 Maret 2017

KESALAHAN FATAL PENGUCAPAN TAKBIR (ALLAHU AKBAR)

Ucapan takbir adalah sebuah ucapan yang mulia di dalam agama Islam, bahkan ia adalah merupakan syiar Islam yang disebutkan di dalam lafadz adzan. Ucapan takbir juga merupakan salah satu lafadz dzikir dari empat kata yang agung.
عَنْ سَمُرَةَ بْنِ جُنْدُبٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: أَحَبُّ الْكَلاَمِ إِلَى اللَّهِ أَرْبَعٌ سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ. لاَ يَضُرُّكَ بَأَيِّهِنَّ بَدَأْتَ
Dari Samurah bin Jundub radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Ucapan yang paling dicintai oleh Allah ada empat: Subhanallah, Alhamdulillah, La ilaha illallah, Allahu akbar. Tidak masalah bagimu darimana engkau memulainya.” (HR. Muslim 2137)
Sesungguhnya ucapan takbir adalah sebuah ucapan yang menunjukkan kebesaran Allah ta'ala, yang mana Allah adalah Maha Besar. Sehingga kita tidak boleh salah dalam mengucapkannya, karena dalam bahasa Arab ketika ada kesalahan dalam pengucapan, maka bisa sangat berpengaruh pada makna sebuah kata.

Senin, 20 Maret 2017

ISLAM ADALAH AGAMA SELURUH NABI DAN RASUL

Janganlah ragu dan berusahalah untuk selalu mengamalkan Islam dalam kehidupan kita sehari-hari. Islam adalah agama yang benar, bahkan agamanya seluruh Nabi dan Rasul 'alaihimussalam. Islam adalah agama tauhid, yaitu agama yang mengajarkan untuk beribadah hanya kepada Allah saja dan menjauhi seluruh peribadahan kepada selain Allah. Ajaran inilah yang merupakan kandungan kalimat laa ilaaha illallaah (tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Allah), sehingga orang yang beragama Islam disebut sebagai “Muslim” (orang yang berserah diri hanya kepada Allah saja). Inilah yang menjadi agama seluruh Nabi dan Rasul 'alaihimussalam yang Allah utus ke dunia.
Perhatikanlah ayat-ayat berikut ini:
وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ
“Dan tidaklah Kami mengutus seorang rasul pun sebelum engkau kecuali Kami wahyukan kepada mereka bahwasanya tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Aku, maka beribadahlah hanya kepada-Ku.” (QS. al-Anbiya [21]: 25)

Sabtu, 18 Maret 2017

BERSYUKUR ATAS NIKMAT ISLAM

Nikmat Islam adalah nikmat terbesar yang Allah karuniakan kepada kita, bahkan lebih besar daripada harta sepenuh bumi sekalipun. Karena Islam adalah satu-satunya agama yang bisa mengantarkan kita ke dalam surga, karena hanya Islamlah agama yang di diridhai oleh Allah ta'ala. Sesungguhnya Allah ta'ala, yang telah menciptakan surga dan neraka, menciptakan alam semesta, mengaturnya, menguasainya dan memeliharanya, Dia telah berfirman di dalam kitab-Nya:
إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ
Sesungguhnya agama yang diridhai di sisi Allah hanyalah Islam.” (QS. Ali Imran [3]: 19)
Agama Selain Islam adalah Kerugian
Adapun agama selain Islam, maka hanya akan berujung di dalam kekalnya neraka, karena ia adalah agama yang tidak akan pernah diterima oleh Allah 'azza wa jalla. Apabila seseorang yang beragama selain Islam meninggal dunia dalam keadaan belum masuk Islam (kafir), maka ia tak akan pernah mendapat bagian surga sedikitpun di akhirat kelak.

Sabtu, 11 Maret 2017

BERBAKTI KEPADA ORANG TUA YANG TELAH MENINGGAL DUNIA

Agama Islam sangat memperhatikan sekali masalah berbakti kepada orang tua, hingga meskipun orang tua kita telah meninggal dunia, kita pun masih tetap bisa berbakti kepada mereka. Bahkan mereka lebih membutuhkan bakti kita setelah meninggal dunia. Karena ketika mereka masih hidup, mereka masih bisa beramal, namun setelah mereka tiada, mereka tak bisa beramal lagi. Maka hendaknya kita perbanyak bakti kita kepada orang tua kita ketika salah satu atau keduanya telah tiada. Lalu bagaimanakah kita berbakti kepada orang tua kita yang telah meninggal dunia? Berikut inilah pemaparannya:
1.      Mendoakannya dan memohonkan ampun untuknya
Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam:
إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
“Jika manusia meninggal dunia maka terputuslah amalannya kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang mendoakannya.” (HR. Muslim 1631)

Minggu, 05 Maret 2017

HADITS KE 02: BESARNYA KEDUDUKAN SEORANG IBU

Berbakti kepada orang tua akan terus ada selama kita hidup, karena berbakti kepada orang tua bukan hanya ketika mereka hidup, namun juga ketika mereka telah meninggal dunia. Berbakti kepada orang tua adalah syiar Islam, yang dengannya diketahui keindahan Islam dalam berakhlak mulia. Sekaligus menunjukkan bahwa agama Islam sangatlah perhatian dengan akhlak seorang muslim kepada orang tuanya.
Kewajiban Berbakti pada Orang Tua
Berbakti kepada orang tua adalah kewajiban yang utama. Bahkan Allah mengiringkan perintah berbakti kepada orang tua dengan perintah mentauhidkannya. Dia berfirman dalam ayat tentang berbakti kepada orang tua:
وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
Dan Rabb-mu telah memerintahkan agar kamu jangan beribadah melainkan hanya kepada-Nya dan hendaklah berbuat baik kepada ibu-bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, ‘Ya Rabb-ku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.’” (QS. al-Isra’ [17]: 23-24)

Kamis, 02 Maret 2017

JANGANLAH MEREMEHKAN KEBAIKAN

Seorang muslim meyakini bahwa hidupnya di dunia ini hanyalah sekejap saja dan tak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan kehidupan akhirat yang kekal abadi selama-lamanya. Sehingga perhatiannya akan selalu tertuju pada kehidupan akhirat kapan dan dimanapun ia berada serta apapun kondisinya. Maka seorang muslim akan selalu berusaha memperbaiki dirinya, dengan memperbaiki agamanya serta memperbaiki hubungannya dengan Allah Yang Maha Kuasa Sang Pencipta alam semesta.
Amalan Kita akan Ditimbang
Di antara keyakinan kita sebagai seorang muslim adalah bahwa amalan kita kelak akan ditimbang di akhirat. Siapa yang timbangan kebaikannya berat, maka beruntunglah ia, namun apabila timbangan kebaikannya ringan maka celakalah ia.

Selasa, 28 Februari 2017

HADITS KE 01: DUA KALIMAT YANG MULIA

Berbahagialah lisan yang senantiasa berdzikir kepada Allah ta'ala, sungguh ia telah menggunakan nikmat lisannya untuk ketaatan kepada Allah dengan memuji-Nya. Allah 'azza wa jalla telah berfirman dalam kitab-Nya:
وَالذَّاكِرِيْنَ اللَّهَ كَثِيْرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيْمًا
Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, maka Allah menyediakan untuk mereka pengampunan dan pahala yang agung.” (QS. al-Ahzaab [33]: 35)
Di antara dzikir yang mulia adalah ucapan “subhanallah (Maha Suci Allah)”. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah mengatakan bahwa ucapan “subhanallah” bermakna mensucikan Allah dari apapun yang tidak cocok dengan-Nya berupa setiap kekurangan. Dan ucapan “subhanallah” mengharuskan peniadaan sekutu, istri, anak, dan semua sifat-sifat yang rendah. (Fathul Bari 14/454)

Senin, 27 Februari 2017

MENGHAFAL HADITS DAN KEUTAMAAN MEMPELAJARINYA

Bismillah. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Semoga shalawat dan salam senantiasa terlimpah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, kepada keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga akhir zaman.
Sesungguhnya agama Islam ini adalah agama telah Allah turunkan dari sisi-Nya. Melalui malaikat yang mulia Jibril 'alaihissalam, Allah sampaikan wahyu-Nya kepada Nabi-Nya yang mulia Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Kemudian agama ini diamalkan dan dibawa oleh para sahabat Nabi Muhammad radhiyallahu 'anhum yang merupakan generasi terbaik umat ini, untuk disampaikan kepada orang-orang setelah mereka. Maka setelah melalui masa yang panjang dari zaman ke zaman, sampailah Islam ini kepada kita yang hidup di zaman ini.

Rabu, 22 Februari 2017

NIKMAT ALLAH ATAS KITA

Kita adalah hamba Allah azza wajalla, semua nikmat yang kita rasakan saat ini dan yang telah berlalu ataupun yang akan datang adalah pemberian Allah Ta'ala.
Saudaraku, saudariku… Nikmat apakah yang saat ini sedang kita rasakan??
Mari kita renungkan
Kita bisa melihat karena Allah. Apa yang kita lihat? Ciptaan Allah.
Kita bisa berjalan karena Allah. Dimana kita berjalan? Di tanahnya Allah.
Kita bisa makan dan minum serta mengolahnya hingga mengeluarkannya lagi berupa kotoran dari dalam tubuh kita adalah karena Allah. Rizkinya siapa yang kita makan? Rizkinya Allah.
Kesehatan yang kita rasakan saat ini adalah pemberian Allah. Ketika kita sakit, atau tertimpa musibah dan bencana, siapa yang menyembuhkan dan menghilangkannya? Hanya Allah.

Senin, 20 Februari 2017

JALAN SELAMAT ADALAH MENGIKUTI PARA SAHABAT

Banyak kelompok di negeri ini yang menyandarkan diri kepada Islam, namun cara beragama mereka berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Di antara mereka ada yang mengerjakan amalan-amalan baru dalam agama, ada yang mengajak untuk memberontak kepada penguasa, bahkan ada pula kelompok yang menganggap bahwa orang-orang di luar kelompok mereka adalah kafir, dan lain sebagainya. Padahal dari kelompok-kelompok yang ada itu, semuanya mengaku berjalan di atas al-Qur’an dan Hadits. Ini menunjukkan betapa perpecahan umat telah menjalar di negeri kita yang tercinta ini, sehingga hal ini pun membuat banyak dari kaum muslimin merasa bingung, bagaimanakah cara beragama Islam yang benar sehingga selamat dari fitnah perpecahan?

Sabtu, 18 Februari 2017

PERJALANAN RUH MANUSIA HINGGA KE ALAM KUBUR

Sesungguhnya apapun yang kita miliki di dunia ini hanyalah titipan dari Allah 'azza wa jalla, maka apabila Allah telah berkehendak mengambil titipan-Nya, Dia akan mengambilnya dari kita. Demikian pula jasad kita, ketika Allah telah menghendaki untuk mencabutnya, maka Allah pun mengambilnya dari kita. Maka terpisahlah ruh kita tanpa jasad. Saat itu berhentilah amal dan perbekalan. Tinggal pertanggungjawaban atas apa yang kita lakukan di dunia selama ini. Karena sejak saat itu kita berpindah ke alam kubur (atau disebut juga dengan alam barzakh).
Sesungguhnya Alam kubur adalah tempat persinggahan pertama perjalanan ruh manusia setelah dicabut dari jasadnya. Alam kubur menjadi penentu keadaan seseorang di perjalanan selanjutnya. Maka sungguh apabila kita merenungi perjalanan ruh setelah dicabut dari jasadnya, hal itu akan mengingatkan kita kepada kehidupan akhirat.

Rabu, 15 Februari 2017

🌺💐 KELUARGA BAHAGIA, MAU…? 💐🌷

Beberapa poin yang insya Allah akan mewujudkan kebahagiaan dalam rumah tanggamu:
1. Pengamalan tauhid dan ilmu agama yang mantap.
2. Niat yang baik dan benar di awal pernikahan.
3. Doa yang selalu dipanjatkan kepada Rabbul 'alaimin Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
4. Memahami hak dan kewajiban masing-masing.
5. Upaya selalu saling mengingatkan ketika menemukan kekeliruan pasangan.
6. Mengesampingkan atau membuang rasa egois dalam diri masing-masing suami/istri.
7. Berusaha selalu memaafkan dan selalu memberikan yang terbaik.
8. Senantiasa belajar dan mengambil pelajaran dari pengalaman pribadi dan orang lain.
9. Memupuk keimanan dengan sering menghadiri majelis ilmu, berjumpa dengan orang-orang shalih dan mempelajari kehidupan mereka.
10. Memilih lingkungan dan tetangga-tetangga yang baik ketika bertempat tinggal.
Barokallohufikum wafi ahlikum.
Semoga bermanfaat…^^


Abu Ibrohim Ari bin Salimin

Selasa, 14 Februari 2017

SEMUA SOLUSI ADALAH KEMBALI KEPADA ISLAM

Bismillah,
Saudaraku dan saudariku kaum muslimin...
Perkenankanlah saya berbicara.
Kita sungguh prihatin dengan keadaan banyak dari masyarakat kita sekarang ini. Banyak terjadi kemungkaran, kemaksiatan dipertontonkan; para orang tua yang lalai dari pendidikan anak-anaknya, pemuda-pemuda yang jauh dari agama, wanita-wanita muslimah yang keluar rumah tanpa memakai jilbab, kaum muslimin yang meninggalkan shalat, bahkan banyak yang sampai tak malu-malu berbuat dosa besar dengan terang-terangan. Akibatnya banyak terjadi musibah dan malapetaka; mabuk-mabukan, perzinaan, pemerkosaan, pencurian, perampokan, pembunuhan, sampai munculnya kelompok-kelompok sesat. Maka kita patut bersedih, dan kita memang harus segera bertindak.
Tapi tahukah kita, bahwa semua solusi dari masalah yang kita hadapi apapun itu, adalah kembali kepada Islam. Kembali kepada akidah yang benar. Akidah tauhid. Akidah yang dipahami oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan para sahabat beliau radhiyallahu 'anhum.

Senin, 13 Februari 2017

MENUJU PRIBADI MUSLIM SHALIH DAN SHALIHAH

Keshalihan seorang muslim adalah bekal utama yang harus dan wajib dimiliki untuk memperoleh ridho Allah ta’ala, yang dengan ridho-Nya, seorang muslim akan berbahagia di dunia dan akhirat. Keshalihan seorang muslim adalah bentuk ketaatan dan ketundukannya kepada Allah ta’ala atas perintah-perintah dan larangan-laranganNya, yang juga merupakan realisasi dari rasa syukurnya kepada Allah yang telah memberi nikmat kepadanya, baik nikmat Islam, Iman, kesehatan maupun yang lainnya. Dengan kata lain, orang yang shalih adalah seorang muslim yang selalu bertakwa kepada Allah kapan dan dimanapun berada. Tentunya, untuk menjadi pribadi yang shalih ataupun shalihah tidak semudah yang dibayangkan, karena pastinya ada ujian yang harus dihadapi oleh setiap muslim dalam perjalanan hidupnya, terlebih dalam usahanya mentaati Allah 'azza wa jalla.

Minggu, 12 Februari 2017

KABAR GEMBIRA BAGI PARA PEJUANG DAKWAH

Dakwah merupakan sarana utama untuk menyebarkan Islam beserta cabang-cabang ilmunya kepada manusia. Melalui dakwah ini manusia mengetahui kewajiban mereka terhadap Allah subhanahu wa ta'ala, dan melalui dakwah ini kebenaran akan tersebar, amar ma’ruf akan tegak, tauhid akan menancap kuat di hati-hati manusia, dan syari’at Islam akan menjadi pedoman yang utama dalam kehidupan sehari-hari. Tak diragukan lagi bahwa dakwah adalah bentuk dari nasehat kepada manusia dan upaya untuk mengingatkan mereka akan kedudukannya sebagai hamba Allah, sehingga mereka dapat merealisasikan tugasnya beribadah dengan istiqamah, yaitu dengan ketakwaan kepada Allah subhanahu wa ta'ala.

Sabtu, 11 Februari 2017

MARI BELAJAR AGAMA ISLAM

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, sungguh patut kita memperbanyak lagi rasa syukur kita kepada Allah ta'ala atas segala nikmat dan karunia-Nya, bahwa di zaman ini berbagai sarana memperoleh ilmu agama sangatlah banyak dan mudah kita dapatkan. Sebagai manusia, tentu kita memiliki tujuan dalam menjalani hidup kita di dunia ini, yaitu untuk beribadah hanya kepada Allah saja, yang mana hal ini tertera dalam ayat yang sering diulang-ulang oleh para khatib di mimbar-mimbar Jum’at mereka. Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. adz-Dzariyat [51]: 56)

Jumat, 10 Februari 2017

DI BALIK MARAKNYA PACARAN

Pemuda mana yang tak kenal dengan istilah pacaran?? Perilaku yang banyak dilakukan oleh para pemuda dan pemudi ini seolah menjadi hal yang mubah dan lumrah, karena telah menjadi kebiasaan yang menyebar di masyarakat. Sinetron dan film di televisi pun ramai menayangkan budaya pacaran di tengah para pemuda yang sedang mengenyam bangku sekolah ataupun kuliah. Bahkan terkadang, jika ada pemuda yang tak mau pacaran akan dinilai kuper, tidak gaul, tidak laku, dan cap-cap negatif lainnya. Kecenderungan seseorang untuk menyukai dan mencintai lawan jenis adalah hal yang wajar, namun apakah harus disalurkan dengan cara berpacaran?. Agama Islam telah mengatur bagaimana seharusnya menyikapi hal ini.

Kamis, 09 Februari 2017

MENUAI PAHALA MELIMPAH DENGAN SHALAT BERJAMAAH

Shalat jamaah merupakan syiar di antara syiar-syiar Islam yang mulia, di dalamnya nampak persatuan umat Islam dan ketundukan mereka terhadap perintah Allah subhanahu wa ta’ala. Maka di dalam shalat berjamaah semua manusia nampak sama kedudukannya sebagai hamba Allah ta'ala. Tak pandang ia seorang pejabat ataupun rakyat, kaya ataupun miskin, besar maupun kecil, semuanya bersujud di hadapan Allah Yang Maha Agung dengan merendahkan dirinya dan meletakkan anggota badannya yang paling tinggi yaitu kepalanya di atas tempat berpijaknya. Tetapi hal itu adalah merupakan sebuah kebanggaan, karena kita sujud kepada Dzat Yang Maha Perkasa, Maha Pencipta, Maha Tinggi dan Maha Kuasa atas segala sesuatu. Bukan kepada sesama makhluk yang sama sekali tidak mempunyai hak untuk diibadahi, baik itu patung, pohon, batu, bintang, jin, manusia, ataupun makhluk-makhluk lain yang dipertuhankan selain Allah 'azza wa jalla.

Rabu, 08 Februari 2017

KEUTAMAAN MEMAKMURKAN MASJID

Alangkah senangnya hati ini dan alangkah bahagianya, ketika kita melihat kaum muslimin berduyun-duyun mendatangi masjid-masjid Allah untuk memakmurkannya, dengan menunaikan ibadah shalat berjamaah dan menghadiri majelis-majelis ilmu yang ada di dalamnya. Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala menyiapkan pahala dan ganjaran yang besar bagi orang-orang yang memakmurkan rumah-rumahNya di dunia. Berikut ini adalah beberapa keutamaan berupa pahala dan ganjaran yang Allah dan Rasul-Nya janjikan bagi orang-orang yang memakmurkan masjid.

Selasa, 07 Februari 2017

JILBAB, Mahkota Terindah Untuk Wanita Muslimah

Saudari muslimah, sudahkah engkau mengenakan jilbabmu?! Seorang muslimah sejati pasti ia akan selalu berusaha menjaga syari’at yang telah Allah tetapkan baginya. Jilbab merupakan pakaian wanita yang dengannya ia dikenali sebagai seorang muslimah. Dengan jilbab ini, wanita muslimah tampil beda dari wanita-wanita non muslim. Ia adalah wanita yang mengenakan mahkota yang menjulur dari atas kepalanya sehingga menutupi auratnya. Tersimpan di dalam mahkota itu wanita yang selalu mentaati Allah ta'ala dan menjaga diri dari hal-hal yang dilarang oleh-Nya, sehingga Allah pun menjaganya. Ia adalah wanita istimewa yang mentaati Allah dan Rasul-Nya. Wanita yang berharap surga dengan bersabar dan berbahagia mengenakan jilbabnya di dunia. Semoga Allah merahmati mereka semuanya.

Senin, 06 Februari 2017

JIKA TAK MALU BERBUATLAH SESUKAMU

عَنْ أَبِيْ مَسْعُودٍ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ مِمَّا أَدْرَكَ النَّاسُ مِنْ كَلَامِ النُّبُوَّةِ الْأُوْلَى إِذَا لَمْ تَسْتَحْيِ فَاصْنَعْ مَا شِئْتَ
Dari Abu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Ia berkata, “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Sesungguhnya apa yang didapat oleh manusia dari perkataan nabi yang terdahulu adalah jika kamu tidak malu, maka berbuatlah semaumu.” (HR. Bukhari 6120)
Malu adalah merupakan akhlak yang mulia. Perasaan malu bisa menghalangi manusia dari perbuatan dosa yang tercela. Malu bisa menjadikan manusia senantiasa tetap berada dalam perkara kebaikan. Malu adalah merupakan bagian dari keimanan. Malu adalah akhlak terpuji yang hendaknya senantiasa dipelihara oleh setiap muslim.

Minggu, 05 Februari 2017

DZIKIR, Ringan di Lisan, Dicintai Allah ar-Rahman

Dzikir adalah amalan yang sangat agung, begitu mudah diamalkan, berpahala sangat besar dan dicintai oleh Allah ar-Rahman. Mudah dilakukan kapan saja dan dimana saja, baik oleh orang yang sakit apalagi yang sehat. Meski demikian, begitu sedikit orang-orang yang istiqamah berdzikir dalam kesehariannya. Dzikir yang paling baik adalah dzikir yang memadukan antara lisan dan peresapan hati akan maknanya, dimana dzikir seperti inilah yang akan memberikan pengaruh yang baik pada hati, dan menimbulkan rasa pengagungan kepada Allah Ta'ala yang memiliki nama-nama yang indah dan sifat-sifat yang mulia. Ada banyak keutamaan dzikir kepada Allah 'azza wa jalla yang disebutkan dalam al-Qur’an dan hadits, berikut ini di antaranya:

Sabtu, 04 Februari 2017

KASIH SAYANG KEPADA BINATANG

Kehidupan yang aman dan tenteram merupakan hak atas setiap makhluk hidup yang Allah ciptakan di atas muka bumi ini. Meski demikian, banyak bentuk kedzaliman yang dilakukan oleh sebagian makhluk kepada sebagian yang lainnya. Termasuk di antaranya adalah kedzaliman yang dilakukan oleh manusia kepada binatang. Sesungguhnya agama Islam yang mulia ini telah mengajarkan kepada pemeluknya untuk selalu berakhlak baik dan menjauhi kedzaliman, termasuk di dalamnya adalah berkasih sayang kepada binatang.

Jumat, 03 Februari 2017

CINTAILAH KEBAIKAN UNTUKMU DAN SAUDARAMU

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
Dari anas radhiyallahu ‘anhu ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak beriman salah seorang di antara kalian (dengan keimanan yang sempurna), sehingga ia mencintai (kebaikan) untuk saudaranya sebagaimana ia mencintai (kebaikan) untuk dirinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Siapakah orangnya yang tidak menginginkan kebaikan?? Masing-masing kita pasti menginginkan kebaikan bagi diri kita sendiri, baik saat ini maupun saat yang akan datang. Yang menjadi pertanyaan adalah apakah kita juga menginginkan kebaikan itu didapatkan oleh orang lain ataukah tidak?

Kamis, 02 Februari 2017

PENJELASAN SINGKAT TENTANG IMAN KEPADA MALAIKAT

Keimanan adalah hal yang wajib dimiliki bagi setiap orang yang mengaku beragama Islam. Iman adalah seperti yang dikatakan oleh para ulama di kitab-kitab akidah, yaitu meyakini dengan hati, mengucapkannya dengan lisan, diamalkan dengan anggota badan, serta iman itu bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan. Iman adalah sebagaimana disebutkan dalam hadits Jibril yang masyhur yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, yaitu iman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, Rasul-rasulNya, hari akhir dan iman kepada takdir yang baik maupun buruk. Dalam tulisan ini dibahas tentang iman kepada malaikat yang merupakan rukun iman yang kedua dalam Islam dan merupakan iman kepada yang ghaib.